Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Dampak Kelebihan Kapasitas Lapas, Pengawasan Kurang Maksimal
BERITABALI.COM, BADUNG.
Plt Kepala BNN Kabupaten Badung, Anak Agung Gde Mudita menyebut, sebagian besar kapasitas lapas di seluruh Indonesia umumnya dan Bali khususnya telah overload.
Hal ini berdampak ke pengawasan yang menjadi kurang maksimal. Selain itu, juga akan berpengaruh pada mental para narapidana.
"Jika melihat beberapa kondisi lapas di beberapa daerah di Bali kapasitasnya sebagian telah over juga. Sehingga, akan meyebabkan pengawasan menjadi tidak maksimal," Jelasnya, Senin, (11/10) di Badung.
Sebagai contohnya, saat ini kondisi di lapas Kerobokan, Badung kurang lebih 70 persen penghuni lapas terlilit masalah Narkotika yang nantinya berdampak kurang baik bagi penghuni lapas.
"Karena dengan kondisi tersebut misalnya sempat ada beberapa Narapidana pernah kenal narkotika dan masuk LP. Yang awalnya narapidana tersebut hanya sebagai kurir akan tetapi selanjutnya malah meningkat menjadi penjual atau pemasok," bebernya.
Dia sangat berharap LP bersih dari kegiatan Narkoba. "Tentu semua tergantung dari para pelaku-pelaku tindak kejahatan tersebut," ucapnya.
Melihat kondisi tersebut menurutnya Kabupaten Badung khususnya dapat secepat mungkin membuat tempat atau rumah rehabilitasi khususnya bagi para korban Narkotika.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8475 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5825 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3650 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2479 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar