Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 1 Mei 2026
Variasi Pola Tanam Padi, Petani di Negara Tanam Bunga Gumitir
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ni Putu Iwansari, petani tanaman bunga gumitir di Lingkungan Lelatang Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Jembrana.
Selain sebagai petani bunga gumitir atau biasa disebut Bunga Marigold (tegestes Erecta), ia juga menanam lombok, terong dan ketimun.
Ni Putu Iwansari menjelaskan sistem penanamannya menggunakan media pupuk padi (poska dan set A) yang dilakukan jenis perabukan sedikit yakni dengan frekuensi seminggu hanya 1 kali. Ia menyebut masa panen yang bagus untuk bunga gumitir berjarak 50 hari.
"Bunga gumitir ada yang mengambil baik dijual di pasar, di rumah bahkan ke pelanggan. Memanfaatkan pengairan irigasi sawah yang ada di sekitar pematang sawah.
Luas petak sawah hanya 7 are bahkan sangat unik di utara, barat, timur, malah ditanam padi. Menanam gumitir ini kurang lebih 2 Minggu dan akan dicabut untuk diganti dengan pola tanam padi," jelasnya.
Ia pun menambahkan, sebagai petani ikut juga dalam subak, hal ini tetap lestari di Bali. Untuk pupuk tetap membeli dan juga obat semprot sebagai sarana penghilang hama ulat. Yang perlu diperhatikan, menurutnya adalah setiap hari adalah menghilangkan rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman bunga tersebut.
"Harapan semoga pandemi segera berakhir karena dampak sebagai petani sangat dirasakan sebagai penanam bunga gumitir. Sehingga sektor perekonomian bisa kembali normal," ungkapnya.
Ni Putu Iwansari mengakhiri kisahnya, tak harus jadi petani dengan memiliki lahan yang luas, akan tetapi manfaatkan ruang pekarangan atau halaman rumah dengan menanam hijau. Bahkan, kata dia, bisa menggunakan media polibag itu lebih bagus dengan kondisi tanah yang subur dan manfaatkan sebaik mungkin.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang