Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Variasi Pola Tanam Padi, Petani di Negara Tanam Bunga Gumitir
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ni Putu Iwansari, petani tanaman bunga gumitir di Lingkungan Lelatang Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Jembrana.
Selain sebagai petani bunga gumitir atau biasa disebut Bunga Marigold (tegestes Erecta), ia juga menanam lombok, terong dan ketimun.
Ni Putu Iwansari menjelaskan sistem penanamannya menggunakan media pupuk padi (poska dan set A) yang dilakukan jenis perabukan sedikit yakni dengan frekuensi seminggu hanya 1 kali. Ia menyebut masa panen yang bagus untuk bunga gumitir berjarak 50 hari.
"Bunga gumitir ada yang mengambil baik dijual di pasar, di rumah bahkan ke pelanggan. Memanfaatkan pengairan irigasi sawah yang ada di sekitar pematang sawah.
Luas petak sawah hanya 7 are bahkan sangat unik di utara, barat, timur, malah ditanam padi. Menanam gumitir ini kurang lebih 2 Minggu dan akan dicabut untuk diganti dengan pola tanam padi," jelasnya.
Ia pun menambahkan, sebagai petani ikut juga dalam subak, hal ini tetap lestari di Bali. Untuk pupuk tetap membeli dan juga obat semprot sebagai sarana penghilang hama ulat. Yang perlu diperhatikan, menurutnya adalah setiap hari adalah menghilangkan rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman bunga tersebut.
"Harapan semoga pandemi segera berakhir karena dampak sebagai petani sangat dirasakan sebagai penanam bunga gumitir. Sehingga sektor perekonomian bisa kembali normal," ungkapnya.
Ni Putu Iwansari mengakhiri kisahnya, tak harus jadi petani dengan memiliki lahan yang luas, akan tetapi manfaatkan ruang pekarangan atau halaman rumah dengan menanam hijau. Bahkan, kata dia, bisa menggunakan media polibag itu lebih bagus dengan kondisi tanah yang subur dan manfaatkan sebaik mungkin.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5998 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4679 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2658 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2319 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan