Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
WSBK Dongkrak Omzet Pedagang Kopi dan Nasi di Mandalika
BERITABALI.COM, NTB.
Gelaran World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) membawa berkah bagi sebagian warga lokal di sekitarnya.
Mereka yang ikut kecipratan berkah adalah pedagang kopi dan nasi di sekitaran Kuta Mandalika. Adanya para penonton maupun kru dan pebalap WSBK dimanfaatkan para warga ini untuk menjadi ladang rezeki bagi mereka maupun pedagang kaki lima di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Mariani, pedagang warung kopi di Dusun Rangkep, Desa Kuta, Kecamatan Pujut atau depan pintu masuk Sirkuit Mandalika di Praya, Lombok Tengah, Jumat (19/11/2021) mengatakan sebelum ada Sirkuit ini pendapatan warungnya dalam sehari itu Rp150 ribu. Akan tetapi sejak mulai ramai atau WSBK ini digelar pendapatannya bisa mencapai Rp1 juta lebih.
"Sehari saat ini dapat berjualan Rp1 juta, kadang Rp500 ribu sebelum ada kegiatan. Itu semua dari penjualan kopi, soto dan gorengan dan makanan ringan lain. Harga tentunya sesuai, yang pe ting ada untungnya. Kopi Rp7 ribu dan soto Rp15 ribu," katanya.
Menurut Mariani, balapan motor di Sirkuit Mandalika ini telah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dimana sejak ada kegiatan pembangunan di Sirkuit Mandalika ini tahun 2020 omzet penjualannya terus mengalami peningkatan. Terlebih dengan adanya ajang WSBK ini meningkat drastis.
"Tentu ini rezeki dan peluang bagi kami untuk berusaha, meskipun hanya menjual kopi dan makanan ringan," katanya.
Hal yang sama dikatakan oleh Fitri, pemilik warung nasi di area luar Sirkuit Mandalika bahwa omzet penjualan warung nasi mulai meningkat sejak ada pembangunan Sirkuit Mandalika dan sejak beberapa pekan terakhir sejak digelar IATC dan WSBK ini.
"Allhamdulilah karena ramai, banyak yang beli," katanya.
Ia mengatakan, omzet penjualannya pada hari biasa sebelum ada ajang balapan ini Rp200 ribu sampai Rp400 ribu. Kemudian setelah mulai ada balapan omzetnya semakin naik, bahkan per hari bisa mendapatkan Rp1,5, juta.
"Harga nasi campur Rp15 ribu-Rp20 ribu," katanya.
Olah karena itu, ia berharap pemerintah terus melaksanakan berbagai kegiatan di KEK Mandalika khusus Sirkuit Mandalika, supaya ekonomi masyarakat bisa meningkat.
"Harapan kami banyak kegiatan yang digelar, supaya ramai," katanya.
Sebelumnya, Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri mengatakan, WSBK di Sirkuit Mandalika itu akan membawa dampak bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pascapandemi COVID-19.
"Ini akan menjadi awal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kemajuan pembangunan di Lombok Tengah khususnya serta kebangkitan pariwisata NTB," katanya.
Sumber: Antara
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5828 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2206 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan