Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Viral Sandiaga ke Labuan Bajo, De Gadjah: Jangan Bikin Gaduh
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wakil DPRD Kota Denpasar, Made Muliawan Arya turut menanggapi terkait isu yang menyangkut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno yang viral di Instagram.
Salah satunya ia berkomentar di akun Instagram Jeg.bali yang juga mendapat dukungan dari sejumlah netizen.
"Bali tetep super prioritas, tolong teman-teman jangan membangun narasi yang membuat keributan. Kita berjuang bersama agar Bali bangkit kembali.
Masyarakat dengan pengertian dan kesabarannya, pengusaha dengan finansialnya, adat dengan budayanya, pemerintah dengan keberpihakannya. Semangat kawan-kawan," ungkap pria yang juga Ketua DPD Gerindra Bali saat diwawancarai Sabtu (4/12) di Plaza Renon, Denpasar.
Dia menilai sikap oknum netizen yang menggunakan sosial media untuk membangun narasi negatif tidaklah etis.
"Saya bicara sebagai rakyat Indonesia dan beliau adalah sebagai menteri (Sandiaga Uno), itu kan di media sosial, kenapa orang harus membangun narasi yang membuat kegaduhan," ungkapnya.
Kata dia, Menteri Sandiaga Uno sudah bekerja cukup maksimal di tengah pandemi Covid-19. Terkait prioritas untuk Bali, dia menilai pemerintah pusat sangat memberi prioritas untuk Bali, salah satunya dukungan vaksin dan pemulihan pariwisata.
Baginya, kunjungan Sandiaga Uno ke Labuan Bajo itu hal yang wajar dilakukan oleh menteri dalam rangka pemulihan daerah, mengingat dampak pandemi ini menurutnya dirasakan hampir semua daerah.
"Jadi saya mohon, marilah kepada oknum yang membangun narasi tersebut, tolong jangan membuat kegaduhan. Masyarakat kita sedang susah, kita sedang berusaha bangkit untuk membangun lagi Bali, Indonesia agar jaya kembali," pungkasnya.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun