Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Viral Ibu Nangis Kejer Gegara "Baby Blues"
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Momen seorang ibu yang menangis kejer karena mengalami baby blues menjadi viral. Pasalnya, ia menangis di depan bayinya sehingga memicu perdebatan.
Hal ini dibagikan oleh akun TikTok @almadylila. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan dan mendapatkan 53 ribu tanda suka.
Melalui video tersebut, sang ibu memberikan edukasi mengenai baby blues. Ia menjelaskan baby blues benar-benar nyata dan kerap dialami oleh perempuan yang baru saja memiliki anak.
Ibu ini pun membagikan pengalaman pribadinya. Ia tampak menangis dengan histeris di depan bayinya karena mengalami baby blues.
Sang ibu terlihat duduk dan memangku bayinya di perutnya. Ia juga menyandarkan tubuh bayinya ke kakinya, sehingga anaknya itu terlihat sedang duduk bersandar.
Kedekatan ibu dan anak itu rupanya diwarnai dengan tangisan. Ia terus menangis sambil memandang bayinya itu gegara efek baby blues.
Tak disangka, tangisan ibu itu membuat sang bayi ikut merasakan kesedihan. Bayi itu pun ikut menangis saat ibunya menangis sesegukan.
Terlihat, tubuh bayi itu terguncang-guncang karena tangisan. Ibu dan anak tersebut lantas menangis bersama sambil saling bertatapan.
Dalam caption, sang ibu meminta maaf kepada anaknya yang masih bayi. Ia mengatakan kondisi baby blues itu membuat dirinya terus bersedih dan tidak bisa menjadi ibu yang baik.
"Baby blues bener nyata, maafin mama ya tha belum bisa jadi mama yang baik. Tapi mama terus belajar walaupun sering sedih," tulis ibu itu.
Sang ibu juga menjelaskan pemicunya menangis karena sang anak rewel. Hal itu membuatnya menjadi stres dan ikut menangis karena kebingungan.
"Maaf ya aku nangis di depan dedenya. Soalnya posisinya aku lagi berdua sama dia dan aku bingung nenanginnya. Udah minum susu, udah dipeluk dan digendong, tapi dia malah nangis. Kejer banget, terus aku gak kuat," jelasnya.
"Aku ikut nangis juga karena ngelihat dia nangis terus. Yang di-video sebenernya sudah diam dedenya, tapi aku masih nangis. Kemudian dedenya nangis lagi karena lihat aku nangis. Aku minta maaf ya kalau aku nangis di depan dedenya," lanjutnya.
Momen ibu dan anak itu justru memicu perdebatan oleh warganet. Sebagain warganet menegur ibu itu karena menangis di depan bayi.
"Jangan nangis di depan dedenya. Saya juga kena baby blues tapi gak pernah nangis di depan dede," curhat warganet.
"Gak papa nangis, tapi kalau bisa jangan nangis di depan baby-nya ya kak," tegur warganet.
"Setidaknya gak boleh nangis di depan dedeknya, kasihan. Memang semuanya gak bisa ditahan, tapi kalau soal sedih boleh disembunyikan dari dedenya," pesan warganet.
Sedangkan warganet lainnya menilai hal tersebut wajar. Mereka menilai menangis bukanlah sesuatu yang memalukan sampai harus disembunyikan.
"Ini kenapa sih pada bilang gak boleh nangis di depan bayi? Orang tua tuh punya beban juga, boleh ekspresikan perasaan di depan anak. Biar anak juga tahu," bela warganet.
"Semangat kak, pasti Allah sudah merencanakan yang paling buat buat kakak sama dedeknya," dukung warganet.
"Heran yang ngomong gak boleh nangis di depan anak, dikira kalau jadi orang tua itu jadi robot yang gak berekspresi? Mau ibu, ayah, anak semua punya hak buat luapin emosi," jelas warganet.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4370 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2043 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1910 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1575 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1412 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan