Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Karangasem Diguncang 2 Kali Gempa, Begini Laporan BPBD
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Karangasem diguncang dua kali gempa bumi Tektonik berkekuatan M:3,2.
Berdasarkan rilis analisa dari BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi pertama terjadi pukul 06.59 WITA berkekuatan M=3,2 dengan episenter terletak pada koordinat 8,29° LS; 115,65° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 15 kilometer timur laut Karangasem pada kedalaman 10 km.
Gempa bumi kedua terjadi pada pukul 07.56 wita berkekuatan M=3,2 dengan episenter terletak pada koordinat 8,29° LS; 115,62° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 12 kilometer timur laut Karangasem, pada kedalaman 14 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas sesar lokal," jelas Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Agus Wahyu Raharjo melalui rilisnya.
Untuk dampak gempa bumi pertama berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan ringan dirasakan di wilayah Karangasem, Abang, Bebandem, Selat dan Kubu sedangkan gempa bumi kedua dirasakan di wilayah Abang-Karangasem.
Sementara itu, Sekertaris BPBD Karangasem, Putu Eka Putra Tirtana saat dikonfirmasi terkait dampak gempa di wilayah Kabupaten Karangasem sejauh ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan.
"Sejauh ini belum ada laporan, " jawabnya singkat.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3646 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1303 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1218 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1057 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun