Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Mobil Listrik Buatan UGM GATe Akan Dipakai Event G20 di Bali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjajal mobil listrik buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang diberi nama GATe (Gadjahmada Airport Transporter Electric).
Kendaraan tersebut merupakan kendaraan yang akan digunakan untuk transportasi di bandara dan juga akan dipakai saat event G20 di Bali pada tahun depan.
"Mobil listrik buatan UGM ini akan dipakai di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Selain itu juga akan dipakai saat event G20 di Bali pada tahun depan," ujar Menhub Budi saat menghadiri acara simbolis pembelian mobil listrik di UGM, Sabtu (18/12/2021).
Pihaknya dan PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, Gojek, hingga Grab membeli enam unit mobil GATe untuk digunakan di Bandara Soekarno-Hatta dan YIA.
Menurutnya, penggunaan mobil listrik GATe sejalan dengan apa yang menjadi perhatian dalam presidensi G-20, yaitu bagaimana upaya negara-negara dalam menangani perubahan iklim, melalui pengurangan emisi dan perbaikan lingkungan yang berkelanjutan.
"Komitmen pemerintah dibuktikan dengan adanya Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035 yang dikeluarkan oleh Kementrian Perindustrian mengenai target produksi mobil listrik pada tahun 2030 mencapai 600 ribu unit dan sepeda motor listrik sebanyak 2,45 juta unit," paparnya.
Menhub berharap, dengan penggunaan prototype ini, UGM dapat berperan dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, secara umum dapat ikut berperan dalam mengembangkan kendaraan listrik baik di Indonesia maupun di dunia. Dengan menguasai dari segi desain, prototyping, pengujian, sampai manufacturing komponen-komponen kendaraan listrik maupun kendaraan listrik secara utuh.
"Sehingga Indonesia ke depannya tidak hanya menjadi konsumen, tetapi dapat berperan aktif sebagai produsen kendaraan listrik di dunia," ujarnya.
Sebagai informasi, GATe dikembangkan mulai tahun 2019 dengan konsep kendaraan bandara berbentuk mobil listrik berkecepatan rendah 21 km/jam yang memiliki kapasitas 4-6 orang untuk mengantar penumpang dari terminal satu ke terminal lain.
Dari konsep tersebut, melalui berbagai riset dan pengembangan, dihasilkan desain yang ada saat ini dan dilanjutkan dengan pengembangan produk serta prototyping.
Dalam pengembangan GATe, tim peneliti berusaha untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal untuk mengikuti Perpres yang mengatur tentang penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Saat ini sudah terdapat enam prototype yang telah dikembangkan selama tiga tahun menuju tahap penyempurnaan.
Prototype GATe sudah diuji di beberapa lokasi, diantaranya lingkungan kampus UGM, Bandara YIA, dan Candi Borobudur dengan berbagai pengukuran performa yang dibutuhkan.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3648 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1305 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1218 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1057 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun