Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hampir 100 Orang Positif Covid-19, Diduga dari Konser Taylor Swift

Sabtu, 18 Desember 2021, 21:40 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/youtube/100 Orang Positif Covid-19, Diduga dari Konser Taylor Swift.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Konser Taylor Swift diduga menjadi pemicu lonjakan kasus positif COVID-19 di Australia beberapa hari terakhir.

Mengutip ANTARA, sekitar 97 kasus COVID-19 termasuk beberapa kemungkinan Omicron, sudah dideteksi di antara orang-orang yang menghadiri pesta bertema Taylor Swift itu.

Lebih dari 600 orang yang datang ke lokasi acara tersebut harus menjalani tes dan isolasi mandiri, namun para pejabat menandai kemungkinan ada lebih banyak pengunjung. Otoritas Australia pada Jumat bergegas untuk melacak ratusan orang yang menghadirinya.

Pesta itu menjadi ajang yang sangat berpotensi menularkan (virus) saat kasus di negara itu mencapai titik tertinggi baru pandemi dalam dua hari berturut-turut.

Infeksi COVID-19, termasuk varian Omicron yang baru dan lebih menular, sudah menyebar di sejumlah pub dan klub malam karena pembatasan sosial dilonggarkan setelah tingkat vaksinasi yang lebih tinggi.

Meskipun terjadi lonjakan kasus, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Australia sudah memasuki “fase pandemi yang berbeda” dan mengesampingkan penguncian dalam menekan laju penyebaran virus.

“Jumlah kasus bukan lagi sebagai patokan, ukuran sebenarnya adalah penyakit berat, perawatan intensif, rawat inap, dan tekanan pada sistem rumah sakit,” kata Morrison kepada media.

Dia mengatakan tanda-tanda awal menunjukkan varian Omicron kemungkinan lebih jinak dari varian lainnya.

Rekor 3.820 kasus dilaporkan di Australia pada Jumat di sebagian besar negara bagian terpadat, yakni New South Wales (NSW) dan Victoria, yang melampaui 3.400 kasus pada sehari sebelumnya.

Otoritas NSW sudah memperingatkan bahwa kasus harian bisa menembus 25.000 di negara bagian itu akhir Januari. Untuk itu, mereka berupaya mempercepat pengadaan suntikan penguat vaksin untuk menangkal ancaman varian Omicron.

Pejabat kesehatan menuduh perkumpulan di pub dan klub sebagai penyebab “lonjakan kilat” dalam kasus COVID-19.

“Beberapa di antaranya menyebabkan ajang yang sangat menularkan,” kata Pejabat Kesehatan NSW Jeremy McAnulty.

Sementara itu, negara bagian tetangga, Victoria, dalam status waspada setelah orang yang terinfeksi Omicron menghadiri pub yang ramai dan hotel di Melbourne.

Australia sudah melaporkan sekitar 243.000 kasus dan 2.134 kematian sejak pandemi dimulai.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami