Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Hampir 100 Orang Positif Covid-19, Diduga dari Konser Taylor Swift
BERITABALI.COM, DUNIA.
Konser Taylor Swift diduga menjadi pemicu lonjakan kasus positif COVID-19 di Australia beberapa hari terakhir.
Mengutip ANTARA, sekitar 97 kasus COVID-19 termasuk beberapa kemungkinan Omicron, sudah dideteksi di antara orang-orang yang menghadiri pesta bertema Taylor Swift itu.
Lebih dari 600 orang yang datang ke lokasi acara tersebut harus menjalani tes dan isolasi mandiri, namun para pejabat menandai kemungkinan ada lebih banyak pengunjung. Otoritas Australia pada Jumat bergegas untuk melacak ratusan orang yang menghadirinya.
Pesta itu menjadi ajang yang sangat berpotensi menularkan (virus) saat kasus di negara itu mencapai titik tertinggi baru pandemi dalam dua hari berturut-turut.
Infeksi COVID-19, termasuk varian Omicron yang baru dan lebih menular, sudah menyebar di sejumlah pub dan klub malam karena pembatasan sosial dilonggarkan setelah tingkat vaksinasi yang lebih tinggi.
Meskipun terjadi lonjakan kasus, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Australia sudah memasuki “fase pandemi yang berbeda” dan mengesampingkan penguncian dalam menekan laju penyebaran virus.
“Jumlah kasus bukan lagi sebagai patokan, ukuran sebenarnya adalah penyakit berat, perawatan intensif, rawat inap, dan tekanan pada sistem rumah sakit,” kata Morrison kepada media.
Dia mengatakan tanda-tanda awal menunjukkan varian Omicron kemungkinan lebih jinak dari varian lainnya.
Rekor 3.820 kasus dilaporkan di Australia pada Jumat di sebagian besar negara bagian terpadat, yakni New South Wales (NSW) dan Victoria, yang melampaui 3.400 kasus pada sehari sebelumnya.
Otoritas NSW sudah memperingatkan bahwa kasus harian bisa menembus 25.000 di negara bagian itu akhir Januari. Untuk itu, mereka berupaya mempercepat pengadaan suntikan penguat vaksin untuk menangkal ancaman varian Omicron.
Pejabat kesehatan menuduh perkumpulan di pub dan klub sebagai penyebab “lonjakan kilat” dalam kasus COVID-19.
“Beberapa di antaranya menyebabkan ajang yang sangat menularkan,” kata Pejabat Kesehatan NSW Jeremy McAnulty.
Sementara itu, negara bagian tetangga, Victoria, dalam status waspada setelah orang yang terinfeksi Omicron menghadiri pub yang ramai dan hotel di Melbourne.
Australia sudah melaporkan sekitar 243.000 kasus dan 2.134 kematian sejak pandemi dimulai.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4372 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2043 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1913 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1575 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1412 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan