Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
3 Masalah Kesehatan Kulit Yang Banyak Terjadi Selama Pandemi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pandemi Covid-19 bukan hanya menyebabkan infeksi pernapasan akibat virus corona tetapi juga berbagai gangguan kesehatan lain, termauk masalah kulit.
Spesialis kulit dan kelamin Klinik Bamed Bintaro dr. Mohammad Yoga Adi Waskito, Sp.DV mengatakan, setidaknya ada tiga masalah kulit yang sering dikeluhkan pasien selama masa pandemi.
Tiga masalah kulit tersebut yaitu dermatitis atau eksim, maskne atau jerawat akibat pemakaian masker, dan kulit kusam akibat cara berjemur yang salah.
"Dermatitis merupakan peradangan pada kulit yang dapat menimbulkan gejala seperti ruam kemerahan, kulit terasa gatal, kering, dan bersisik. Terdapat berbagai macam dermatitis dengan berbagai penyebabnya dan ciri khas karakteristik yang berbeda-beda," jelas dokter Yoga dalam webinar virtual, Kamis (16/12/2021).
Beberapa hal bisa jadi penyebab terjadinya dermatitis atopik seperti, genetik, kulit kering, gangguan imun, dan faktor lingkungan. Menurut dokter Yoga, keadaan itu seringkali bertambah parah apabila terlalu sering mandi pada masa pandemi.
"Ini yang akan membuat kulit menjadi
lebih kering, selanjutnya akan terjadi kerusakan pada struktur kulit yang akan menyebabkan proses peradangan lebih lanjut," ucapnya.
Dermatitis lainnya yaitu dermatitis kontak yang terjadi setelah kulit mengalami iritasi atau peradangan akibat adanya paparan bahan kimia atau alergen tertentu yang mengenai kulit.
Kondisi itu juga bertambah sering terjadi pada masa pandemi akibat sering mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer berbahan alkohol. Beberapa eksim sulit dan butuh waktu lama untuk disembuhkan.
Sehingga cara terbaik untuk menghindari eksim kambuh kembali bisa dengan mengenali faktor pencetusnya. Apabila gejala terus berlanjut, sebaiknya berkonsultasi ke dokter spesialis dermatologi dan venereologi untuk dievaluasi lebih lanjut.
Selain itu, dokter Yoga mengatakan bahwa penggunaan masker selama aktivitas sehari-hari seringkali menimbulkan masalah jerawat atau maskne di area wajah yang tertutup. Seperti dagu, hidung, dan pipi bagian bawah.
"Pengunaan masker dalam waktu lama membuat kulit wajah terus bergesekan dengan masker. Sehingga kulit wajah mudah berkeringat dan lembap yang menjadi sarana baik bagi kuman penyebab jerawat berkembang biak," jelasnya.
Pengobatan maskne sama seperti dengan jerawat pada umumnya. Untuk mencegah maskne, dokter Yoga menyarankan agar jangan terlalu tebal meakai makeup juga pilih bahan masker yangblembut di kulit.
Selain itu, harus mengganti masker jika sudah terlalu lembap, cuci masker kain setelah dipakai, membersihkan wajah sebelum dan sesudah pakai masker, selalu menggunakan pelembap untuk mengurangi gesekan kulit dengan masker, dan selalu menggunakan tabir surya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4372 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2043 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1913 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1575 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1412 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan