Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Penumpang Panik, Ribuan Laron Serbu Gerbong KRL
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Serangan ribuan laron masuk ke gerbong Kereta Rel Listrik atau KRL arah Jakarta-Bogor menghebohkan para penumpang. Serbuan itu, membuat para penumpang panik.
Video diunggah oleh @infojawabarat di jejaring media sosial Instagram pada Jumat 17 Desember 2021 tersebut menjadi viral.
"Ribuan laron masuk gerbong KRL di stasiun Citayam, Depok," tulis admin @infojawabarat dalam caption unggahan video.
Rekaman video memperlihatkan para penumpang yang mayoritas perempuan mengibas-ngibaskan tangan mereka agar terhindar dari laron.
Banyak penumpang yang tampak sedikit kewalahan mengusir laron. Kendati menggunakan masker, mereka tetap mengutamakan wajahnya supaya terhindar dari serangan laron itu.
Video itu mengundang banyak perhatian warganet. Mereka memberikan beragam komentar perihal kejadian tersebut.
"Matiin lampu, takut ada yang curi-curi kesempatan. Nyalain lampu pada betah itu laron hahaha," tulis warganet.
"Cicak be like: aku menemukan surga," imbuh salah satu warganet.
"Digoreng dadakan aja ini mah," kata warganet lain.
"Hahaha kasian petugasnya lembur," tambah yang lain.
Salah seorang warganet pun ada yang menyatakan peristiwa serangan laron tersebut memang betul adanya.
"Iya min, kemarin malam memang banyak banget laron masuk ke dalam kereta waktu di stasiun Citayam," jelas warganet.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3648 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1307 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1218 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1058 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun