Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 19 Juli 2026
Mayjen Maruli Simanjuntak Resmi Jabat Pangkostrad
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Mayjen TNI Maruli Simanjuntak yang sebelumnya menjabat Pangdam IX/Udayana kini telah resmi menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Pangkostrad).
Hal ini diresmikan seusai dirinya mengikuti serah terima jabatan yang dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Senin (31/1/2022). Dalam hal ini Maruli pun akan menerima kenaikan pangkat satu tingkat jadi letnan jenderal karena jabatan barunya itu.
Acara serah terima 14 jabatan strategis di TNI AD, yang di antaranya 8 posisi panglima komando utama (pangkotama), 5 posisi kepala badan pelaksana pusat (kabalakpus), dan komandan Detasemen Markas Besar TNI AD (dandenmabesad) di Aula Jenderal A.H. Nasution di Markas Besar TNI AD.
Sedangkan untuk posisi pangkotama selain Pangkostrad, Kasad juga memimpin serah terima jabatan Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AD (Dankodiklatad) dari Letjen TNI A.M Putranto ke Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, kemudian Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi dari Mayjen TNI Agus Subiyanto ke Mayjen TNI Kunto Arief Wibisono.
Jabatan Pangdam IX/Udayana diserahkan dari Mayjen TNI Maruli Simanjuntak kepada Mayjen TNI Sonny Aprianto, Pangdam XIV/Hasanuddin dari Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno ke Mayjen TNI Andi Muhammad.
Kemudian, jabatan Pangdam XVII/Cendrawasih diserahterimakan dari Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono ke Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa, Pangdam XVIII/Kasuari dari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa ke Mayjen TNI Gabriel Lema, terakhir jabatan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) diserahterimakan dari Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa ke Brigjen TNI Widi Prasetijono.
Kemudian untuk posisi Kabalakpus TNI AD, Kasad turut memimpin serah terima jabatan Kepala Pusat Peralatan TNI AD (Kapuspalad) dari Mayjen TNI Sigid Witjaksono ke Brigjen TNI Eko Erwanto, Komandan Pusat Intelijen TNI AD (Danpusintelad) dari Brigjen TNI Sudarji ke Kolonel Inf Asep Abdurachman, Kepala Dinas Pembinaan Mental TNI AD (Kadisbintalad) dari Brigjen TNI Edison ke Brigjen TNI Hindro Martono.
Kemudian, jabatan Kepala Dinas Sejarah TNI AD (Kadisjarah) dari Brigjen TNI Rachmat ke Brigjen TNI R.L. Simandjuntak, dan jabatan Kepala Dinas Informasi dan Pengolahan Data TNI AD (Kadisinfahtad) dari Brigjen TNI Winarto ke Kolonel Chb Fitri Taufiq Sahary.
Terakhir, Dudung juga memimpin sertijab Dandenmabesad dari Brigjen TNI Haryono ke Brigjen TNI Ardiheri. Dalam upacara sertijab, Dudung mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada 14 perwira tinggi TNI AD itu karena mereka telah menjalankan tugas pokoknya dan berkontribusi kepada masyarakat.
Kasad dalam sambutannya juga memuji Mayjen Maruli karena saat ia menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana, ada berbagai gerakan penghijauan di wilayah komando daerah militernya.
Dudung berharap pejabat yang menggantikan Maruli dapat melanjutkan berbagai terobosan yang telah dibuat oleh pendahulunya.
Kepala Staf TNI AD juga meminta para pejabat baru yang menempati 14 posisi strategis di TNI AD itu berani mengambil keputusan dan membuat gebrakan yang bermanfaat, serta mampu berinovasi dalam menjalankan tugas-tugasnya. (Sumber: Antara)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3722 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1399 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1340 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1266 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1100 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun