Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 21 Juli 2026
Lee Jeong Hoon Bongkar Sisi Gelap Korea Selatan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Aktor Lee Jeong Hoon blak-blakan membuka sisi gelap Korea Selatan yang jarang diketahui oleh publik Indonesia. Lee Jeong Hoon mengatakan, kultur di Korea Selatan selalu menomorsatukan penampilan.
Akibatnya, Lee Jeong Hoon mengungkap orang tua di Korea Selatan sangat menganjurkan anak-anak mereka untuk operasi plastik.
"Orang tua justru yang anjurkan, mau gak ini operasi. Hadiah ulang tahun, (operasi) hidung dan mata," tuturnya dikutip dari Instagram @insta_julid.
Pasalnya, lanjut mantan personel boyband Hitz, orang dengan penampilan buruk akan kesulitan mendapat kerja.
"Itu kulturnya di sana. Kalau kita jelek, meskipun otak kita bagus, kerjaan pasti gak ada. Kasarnya si gitu," sambungnya.
Presenter berusia 35 tahun ini menambahkan, posisi-posisi top perusahaan di Korea Selatan justru diisi oleh orang yang rupawan.
"Mau jadi manajer pun harus ganteng dan cantik, kalau bisa badan bagus pasti lebih mudah. Marketing apa lagi," ujarnya.
Lee Jeong Hoon memilih hijrah ke Indonesia karena tidak tahan menghadapi kultur keras di Korea Selatan.
"Makanya gue tinggal lari. Saya aja pindah dari Korea ke Indonesia," pungkasnya. (Sumber : Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3755 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1433 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1399 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1373 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1287 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun