Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Prabowo Dorong Penerbangan Langsung Indonesia-Rusia

Jumat, 4 September 2026, 11:20 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Setneg/Prabowo Dorong Penerbangan Langsung Indonesia-Rusia.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong pembukaan jalur penerbangan dan pelayaran langsung antara Indonesia dan Rusia. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat konektivitas sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara kedua negara.

Dorongan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis (3/9/2026).

Menurut Prabowo, meningkatnya hubungan bisnis Indonesia dan Rusia perlu diikuti dengan penguatan kerja sama kelembagaan. Hubungan ekonomi kedua negara tidak cukup hanya bergantung pada hubungan personal, tetapi harus ditopang aturan dan sistem yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

”Tugas yang ada di hadapan kita adalah mengubah kepercayaan pribadi menjadi kepercayaan kelembagaan - aturan yang jelas, pembayaran yang dapat diandalkan, logistik yang dapat diprediksi, dan perjanjian yang tetap berlaku meskipun terjadi pergantian pejabat,” ujar Presiden Prabowo.

Prabowo Usulkan Jalur Pelayaran Vladivostok-Indonesia

Dalam forum tersebut, Prabowo mengusulkan pembentukan jalur pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia.

Menurutnya, konektivitas laut perlu didukung kepastian jadwal, biaya, asuransi hingga ketersediaan kargo untuk perjalanan dari dan menuju kedua negara.

”Saya percaya, dalam Forum ini, kita dapat membangun pengiriman langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia - dengan jadwal, biaya, asuransi, dan kargo yang dapat diprediksi di kedua arah,” ungkapnya.

Selain transportasi laut, konektivitas udara juga menjadi perhatian Presiden. Penerbangan langsung Indonesia-Rusia diharapkan dapat memperkuat hubungan masyarakat sekaligus meningkatkan mobilitas wisatawan dan pelaku usaha.

”Jalur penerbangan langsung akan membawa pengunjung Rusia ke Indonesia dan pengunjung Indonesia ke keindahan Timur Jauh Rusia. Kapal mengangkut barang, pesawat mengangkut persahabatan,” kata Presiden Prabowo.

Kerja Sama Indonesia-Rusia Didorong Lebih Luas

Prabowo menyebut kerja sama kedua negara memiliki ruang pengembangan yang lebih luas daripada perdagangan barang. Sejumlah sektor yang dapat dikembangkan antara lain energi, ketahanan pangan, industrialisasi, antariksa, pendidikan tinggi dan transportasi.

Di sektor pangan dan industri, Indonesia menawarkan peluang kerja sama teknologi pertanian, benih unggul, peternakan, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan dan produksi pupuk.

Kerja sama juga diarahkan pada hilirisasi berbagai produk, termasuk pangan, farmasi, furnitur dan elektronik.

”Jadi saya katakan langsung kepada perusahaan-perusahaan Rusia: datanglah ke Indonesia, bekerja sama dengan kami, berproduksi bersama kami, mari kita membangun industri bersama, mari kita menciptakan nilai bersama,” ucap Presiden Prabowo.

Indonesia Ditawarkan Jadi Pintu Masuk Pasar ASEAN

Presiden Prabowo juga mengajak perusahaan Rusia memanfaatkan Indonesia sebagai pintu masuk menuju pasar ASEAN dan kawasan Indo-Pasifik.

Untuk memperkuat investasi, Prabowo menawarkan peran Danantara sebagai jembatan antara modal Indonesia dan Rusia. Danantara bersama Russian Direct Investment Fund (RDIF) didorong tidak berhenti pada tahap identifikasi peluang, tetapi mulai masuk ke pembiayaan proyek yang memiliki kelayakan bisnis.

”Danantara dan dana kekayaan negara Rusia, Russian Direct Investment Fund (RDIF), dapat beralih dari mengidentifikasi peluang ke membiayai proyek-proyek yang layak investasi,” ujarnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya memastikan setiap kesepakatan yang lahir dalam forum memiliki target yang konkret. Kesepakatan diharapkan mencantumkan nilai proyek, skema pembiayaan serta tahapan pelaksanaan.

”Setiap perjanjian yang diumumkan harus mencantumkan nilai, pembiayaan, dan tahapan penyelesaiannya,” tegas Presiden Prabowo. (sumber: Setneg.go.id)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Gerindra Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami