Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 4 September 2026
Cegah Konflik Sosial, FKUB Gianyar Perkuat Dialog
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar mengajak masyarakat memperkuat toleransi, persatuan dan kerukunan untuk mencegah munculnya konflik sosial.
Pesan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi/Dialog Kerukunan bertema “Merawat Kerukunan, Menguatkan Gianyar” di Aula Kantor Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.20 WITA tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari unsur pemerintahan desa, tokoh masyarakat, serta TNI-Polri.
Turut hadir Ketua FKUB Kabupaten Gianyar DR. Ida Bagus Viprajana, perwakilan Kesbangpol Kabupaten Gianyar I Wayan Sila, Kasi Pendidikan Agama Hindu Kabupaten Gianyar Ida Ayu Putu Sri Astuti, Bhabinkamtibmas Desa Singakerta Aiptu I Made Widastra, Babinsa Singakerta Koramil 1616-02/Ubud Kopda Kadek Endra Wirawan, perangkat Desa Singakerta, Kepala Kewilayahan se-Desa Singakerta, Ketua dan anggota BPD, Ketua dan anggota LPM, Bandesa Adat se-Desa Singakerta, serta petugas Pustu Singakerta.
Ketua FKUB Kabupaten Gianyar DR. Ida Bagus Viprajana mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari program FKUB untuk memperkuat nilai perdamaian, toleransi, persatuan serta penghormatan terhadap hak asasi manusia di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberagaman Indonesia seharusnya menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan memperkokoh persatuan. Keberagaman tidak semestinya menjadi pemicu konflik maupun perpecahan.
“Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia harus menjadi modal sosial untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan, bukan menjadi pemicu terjadinya konflik maupun perpecahan,” ujar Viprajana.
Ia menegaskan keberhasilan program Sosialisasi Dialog Kerukunan Umat Beragama membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Peran dalam menjaga kerukunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun tokoh agama, tetapi juga tokoh masyarakat dan generasi muda.
Perwakilan Kesbangpol Kabupaten Gianyar I Wayan Sila menyebut dialog kerukunan menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat hubungan antarwarga.
Masyarakat didorong mengutamakan komunikasi, dialog dan musyawarah ketika menghadapi persoalan di lingkungan masing-masing.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat,” kata Sila.
Selain menjaga hubungan antarumat beragama, masyarakat juga diingatkan agar lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi melalui media sosial. Sikap kritis terhadap informasi dinilai penting untuk mencegah hoaks, ujaran kebencian dan provokasi yang dapat mengganggu persatuan serta kerukunan masyarakat.
Kasi Pendidikan Agama Hindu Kabupaten Gianyar Ida Ayu Putu Sri Astuti menilai sosialisasi tersebut memiliki peran penting dalam mencegah konflik sosial serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, bidang Pendidikan Agama Hindu juga memiliki peran dalam mendeteksi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sejak dini.
“Sebagai petugas yang membidangi Pendidikan Agama Hindu memiliki tugas melakukan deteksi dini dan peringatan dini terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas,” terangnya.
Melalui kegiatan tersebut, komunikasi antarelemen masyarakat diharapkan semakin kuat. Penyelesaian persoalan juga didorong dilakukan melalui musyawarah serta pendekatan yang humanis. Masyarakat diajak meningkatkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong, sekaligus tidak mudah terpengaruh informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Ketua BPD Singakerta I Wayan Sapra mengapresiasi pelaksanaan Sosialisasi/Dialog Kerukunan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut relevan dengan kondisi masyarakat yang majemuk dan membutuhkan penguatan nilai kebersamaan.
“Sosialisasi ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat yang majemuk dan membutuhkan penguatan nilai-nilai kebersamaan,” ujar Sapra.
Dukungan juga disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Singakerta Aiptu I Made Widastra. Ia mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan memperkuat persatuan sekaligus mencegah konflik sosial di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran warga untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan perdamaian di lingkungan masing-masing.
“Diharapkan sosialisasi ini meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kerukunan dan perdamaian di lingkungan masing-masing,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 2874 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 579 Kali
Kebakaran Gudang Rongsokan Sunset Road Diduga Dipicu Gas
Dibaca: 468 Kali
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Dibaca: 451 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman