Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rosemary Bantu Cegah Infeksi Covid-19, Masih Penelitian Awal

Rabu, 2 Februari 2022, 22:25 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/klikdokter.com/Rosemary Bantu Cegah Infeksi Covid-19, Masih Penelitian Awal

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Penelitian terkait covid-19 terus berkembang dan mengemukakan sejumlah penemuan baru. Salah satunya adalah tentang kemungkinan Rosemary dapat bantu cegah infeksi Cocid-19.

Para peneliti telah menemukan senyawa dalam ramuan obat dan kuliner rosemary dapat membantu mencegah infeksi Covid-19. Mereka menyarankan bahwa penyelidikan harus dilakukan untuk mempertimbangkan potensi senyawa itu sebagai pengobatan yang murah, aman, dan efektif untuk Covid-19.

"Kami pikir asam carnosic [senyawa], atau beberapa turunan yang dioptimalkan, layak diselidiki sebagai pengobatan yang berpotensi murah, aman, dan efektif untuk Covid-19 dan beberapa gangguan terkait peradangan lainnya," penulis studi senior Stuart Lipton, seorang profesor di Scripps Research, AS, seperti dikutip dari India Today.

Rosemary adalah semak cemara kayu asli Mediterania, dan sekarang dibudidayakan sebagai tanaman hias di seluruh dunia. Ini adalah spesies tanaman yang penting secara ekonomi yang didistribusikan secara luas karena kegunaan kuliner, obat, dan kosmetiknya.

Berdasarkan studi pendahuluan, sekelompok peneliti mengatakan senyawa, asam carnosic, dapat memblokir interaksi antara protein lonjakan SARS-CoV-2 dan protein reseptor ACE2. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Antioksidan.

Protein lonjakan digunakan oleh virus SARS-CoV-2 untuk menginfeksi sel, sementara ACE2 bertindak sebagai pintu gerbang untuk memasuki sel, lapor PTI.

Apa yang ditemukan oleh penelitian lain?

Para peneliti AS juga meninjau bukti dari penelitian sebelumnya bahwa asam carnosic memiliki efek terpisah dalam menghambat jalur inflamasi kuat yang aktif pada Covid-19 yang parah serta pada penyakit lain termasuk Alzheimer.

Dalam sebuah studi 2016, Lipton dan rekannya menunjukkan bahwa asam carnosic yang ditemukan dalam rosemary mengaktifkan jalur pensinyalan antioksidan anti-inflamasi yang disebut Nrf2. (sumber : Suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami