Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 21 Juli 2026
Rosemary Bantu Cegah Infeksi Covid-19, Masih Penelitian Awal
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penelitian terkait covid-19 terus berkembang dan mengemukakan sejumlah penemuan baru. Salah satunya adalah tentang kemungkinan Rosemary dapat bantu cegah infeksi Cocid-19.
Para peneliti telah menemukan senyawa dalam ramuan obat dan kuliner rosemary dapat membantu mencegah infeksi Covid-19. Mereka menyarankan bahwa penyelidikan harus dilakukan untuk mempertimbangkan potensi senyawa itu sebagai pengobatan yang murah, aman, dan efektif untuk Covid-19.
"Kami pikir asam carnosic [senyawa], atau beberapa turunan yang dioptimalkan, layak diselidiki sebagai pengobatan yang berpotensi murah, aman, dan efektif untuk Covid-19 dan beberapa gangguan terkait peradangan lainnya," penulis studi senior Stuart Lipton, seorang profesor di Scripps Research, AS, seperti dikutip dari India Today.
Rosemary adalah semak cemara kayu asli Mediterania, dan sekarang dibudidayakan sebagai tanaman hias di seluruh dunia. Ini adalah spesies tanaman yang penting secara ekonomi yang didistribusikan secara luas karena kegunaan kuliner, obat, dan kosmetiknya.
Berdasarkan studi pendahuluan, sekelompok peneliti mengatakan senyawa, asam carnosic, dapat memblokir interaksi antara protein lonjakan SARS-CoV-2 dan protein reseptor ACE2. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Antioksidan.
Protein lonjakan digunakan oleh virus SARS-CoV-2 untuk menginfeksi sel, sementara ACE2 bertindak sebagai pintu gerbang untuk memasuki sel, lapor PTI.
Apa yang ditemukan oleh penelitian lain?
Para peneliti AS juga meninjau bukti dari penelitian sebelumnya bahwa asam carnosic memiliki efek terpisah dalam menghambat jalur inflamasi kuat yang aktif pada Covid-19 yang parah serta pada penyakit lain termasuk Alzheimer.
Dalam sebuah studi 2016, Lipton dan rekannya menunjukkan bahwa asam carnosic yang ditemukan dalam rosemary mengaktifkan jalur pensinyalan antioksidan anti-inflamasi yang disebut Nrf2. (sumber : Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3755 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1433 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1399 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1373 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1287 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun