Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Air Terjun Wana Ayu, Wisata Alam Tersembunyi yang Masih Asri
BERITABALI.COM, BULELENG.
Salah satu destinasi di kawasana Bali Utara menawarkan pemandangan air terjun yang masih asri dan terawat oleh alam. Destinasi ini adalah Air terjun Wana Ayu yang berada di Kabupaten Buleleng.
Lokasi air terjun Wana Ayu ini berada di Dusun Runuh Kubu, Desa Padang Bulia, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Akses menuju ke lokasi air terjun pengunjung perlu untuk melewati anak tangga dan jalan setapak.
Air terjun Wana Ayu sendiri belum banyak diketahui oleh para wisatawan. Letak dari air terjunnya sendiri bisa dibilang cukup tersembunyi. Keindahan yang dimiliki air terjun Wana Ayu tidak kalah dengan air terjun lainnya yang terkenal di Bali.
Bagi wisatawan yang suka dengan tempat-tempat 'hidden gem' mungkin destinasi ini akan menjadi salah satu rekomendasi menarik untuk dikunjungi. Kaindahan alam yang masih tersembunyi ini.
Air terjun Wana Ayu memiliki tinggi kurang lebih 35 meter. Debit airnya pun cukup besar. Airnya yang jernih dan segar turun deras ke kolam yang ada di bawahnya. Tinggi air yang ada di kolamnya hanya sebatas pinggang orang dewasa. Anda dapat berenang merasakan segarnya air terjun yang sumbernya berasal dari pegunungan ini.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1118 Kali
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 1006 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 897 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 820 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 558 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun