Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 22 Juli 2026
Liga 1 Tetap Berlanjut, Lebih Baik Protes dengan Surat Resmi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
PT Liga Indonesia Baru (LIB) melanjutkan kompetisi BRI Liga 1 2021- 22 di Bali, meski banyak pemain dan ofisial yang terpapar virus Corona atau Covid-19. Komentator sekaligus pengamat sepak bola, Tommy Welly alias Bung Towel mengimbau agar tim yang merasa keberatan, baiknya menyampaikan surat resmi secara tertulis.
Pasalnya, PT Liga Indonesia Baru juga memiliki alasan sendiri, mengapa mereka memilih untuk melanjutkan Liga 1 di Bali.
"Setelah kami melakukan rapat melalui virtual zoom, akhirnya disepakati BRI Liga 1 terus dilanjutkan di Bali dengan berbagai pertimbangan," kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi.
Adapun berbagai pertimbangan itu antara lain terkait jadwal kompetisi BRI Liga 1, FIFA, AFC, AFF, perjanjian dengan broadcaster, kontrak pemain, dan lain sebagainya.
Baik PSSI maupun PT LIB yakin kompetisi tetap bisa sesuai jadwal jika merujuk pada Regulasi kompetisi pasal 52 ayat 5 sampai 7, yang berkaitan dengan situasi Covid-19.
Sejatinya, ada tim yang melayangkan protes di media sosial, tapi menurut Bung Towel, protes tersebut baiknya dilayangkan melalui surat tertulis kepada PT LIB dan juga PSSI. (sumber : Indosport.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3788 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1446 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1439 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1386 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1296 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun