Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 5 September 2026
Tumpek Uye di Bangli, Bupati Sedana Arta Ajak Warga Sayangi Satwa
BERITABALI.COM, BANGLI.
Pemerintah Kabupaten Bangli melaksanakan Upacara Tumpek Uye sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap satwa dan menjaga keseimbangan kehidupan sesuai nilai kearifan lokal Bali.
Upacara Tumpek Uye tersebut dipusatkan di Pura Dalem Prajapati, Desa Adat Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Sabtu (5/9/2026).
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar menghadiri langsung pelaksanaan upacara. Hadir pula Sekda Bangli serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bangli.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai adat, budaya dan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat Bangli.
Tumpek Uye menjadi salah satu momentum penting dalam kehidupan masyarakat Bali untuk menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap seluruh makhluk hidup, khususnya satwa. Nilai tersebut sejalan dengan konsep Sad Kerthi yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam dan seluruh ciptaan Tuhan.
Dalam pelaksanaannya, Bupati dan Wakil Bupati Bangli bersama jajaran pemerintah daerah turut muspayang serta mengikuti rangkaian prosesi keagamaan dengan penuh khidmat.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, desa adat dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat, budaya serta tradisi Bali di Kabupaten Bangli.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan Tumpek Uye seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan. Menurutnya, perayaan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga keharmonisan dan keseimbangan antara manusia, alam serta seluruh makhluk hidup.
“Nilai-nilai yang terkandung dalam Tumpek Uye sangat relevan dengan upaya kita membangun Bangli yang berlandaskan adat, budaya, dan kearifan lokal. Rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama makhluk hidup harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pemkab Bangli juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Bali. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga identitas budaya sekaligus mendorong pembangunan daerah yang harmonis dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Tumpek Uye juga dikaitkan dengan filosofi Tri Hita Karana sebagai landasan dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam dan Tuhan.
Rangkaian upacara di Pura Dalem Prajapati Desa Adat Sidembunut turut diisi dengan pelepasan beberapa burung. Prosesi tersebut menjadi bagian dari penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus simbol kepedulian terhadap kelestarian satwa dan keseimbangan alam.
Melalui peringatan Tumpek Uye, Pemkab Bangli mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap satwa, menjaga kelestarian lingkungan serta mempertahankan adat dan budaya Bali sebagai bagian dari kehidupan masyarakat menuju Bangli Era Baru.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bangli
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3094 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 605 Kali
Kebakaran Gudang Rongsokan Sunset Road Diduga Dipicu Gas
Dibaca: 527 Kali
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Dibaca: 498 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman