Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 7 September 2026
Gubernur Koster Resmi Larang Pengarakan Ogoh-ogoh
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Wayan koster memutuskan untuk melarang pengarakan ogoh-ogoh pada malam pengerupukan serangkaian Nyepi Tahun Saka 1944 pada 3 Maret 2022 mendatang.
Hal itu dia katakan dalam jumpa pers pada Selasa, 8 Februari 2022 yang berlangsung secara streaming dari rumah jabatan Gubernur Bali Jalan Surapati 1 Denpasar.
"Supaya dihimbau untuk tidak dilaksanakan," jawabnya kepada wartawan.
Keputusan tersebut merujuk grafik penularan Covid 19 di Bali yang saat ini terus sedang tinggi. Atas kondisi itu, dia mengajak masyarakat untuk mewaspadai penularan Covid 19 khususnya varian Omicron.
Selain melarang mengarahkan ogoh-ogoh saat pengerupukan, ia juga menginstruksikan pembelajaran tatap muka di jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA/ SMK ditiadakan.
"Ditutup dalam waktu dua minggu ini, sampai situasi kondusif. Juga saya bersepakat, kantor buka 50 persen di kantor, 50 persen work from home," terangnya.
Dia juga mengimbau agar pengelola usaha untuk memperketat penggunaan aplikasi Pedulilindungi, utamanya pasar-pasar, swalayan maupun tempat-tempat hiburan atau destinasi wisata. Demi keselamatan masyarakat, dia mengimbau agar masyarakat menunda keluar daerah jika tidak terlalu penting.
Hal itu menimbang penyebaran Covid 19 varian Omicron di luar Bali yang sedang merajalela. Sementara berdasarkan data Satgas Covid-19, perkembangan kasus Covid-19 di Bali, Selasa 8 Februari 2022 diantaranya positif sebanyak 2.425, Sembuh 353, meninggal 5 orang.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3197 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 652 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 586 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman