Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Hujan Guyur Bali Hari Ini, BMKG Sebut Ada Penumpukan Udara Basah
BERITABALI.COM, BADUNG.
Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir bukan disebabkan oleh erupsi gunung api. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menyebut kondisi tersebut dipicu penumpukan massa udara basah di lapisan permukaan hingga lapisan 850 hPa atau sekitar 1.500 meter.
Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III Denpasar, Wulan Wandarana, mengatakan kondisi tersebut juga dipengaruhi fenomena dry intrusion, yakni masuknya udara kering dari atmosfer atas yang memicu ketidakstabilan cuaca. Kondisi atmosfer tersebut kemudian mendukung pembentukan awan dan hujan di sejumlah wilayah Bali.
Wulan menegaskan hujan yang terjadi di Bali saat ini tidak berkaitan dengan aktivitas erupsi gunung api yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
"Berdasarkan pantauan citra radar dan satelit cuaca wilayah Bali saat ini secara umum berawan dan terjadi hujan di wilayah Bali bagian barat, tengah, selatan dan timur. Kondisi ini bukan disebabkan oleh erupsi gunung api," terangnya, Senin,(7/9/2026).
Menurut BMKG, potensi hujan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Bali dalam tiga hari ke depan. Kondisi cuaca diprakirakan bervariasi, mulai dari berawan hingga hujan dengan intensitas ringan sampai lebat. Meski demikian, Wulan menyebut kondisi cuaca Bali saat ini masih berada dalam kategori normal.
"Kondisi cuaca di wilayah Bali, 3 hari ke depan diprakirakan secara umum berawan hingga berpotensi hujan ringan hingga lebat secara tidak merata di sebagian besar wilayah Bali.Hingga saat ini dengan kondisi cuaca di Bali tersebut, dapat dikatakan masih dalam kategori normal," ucapnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Pembaruan informasi penting dilakukan mengingat kondisi cuaca dapat berubah dan hujan berpotensi terjadi secara tidak merata di berbagai wilayah Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5796 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2556 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan