Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 23 Oktober 2026
Tanaman Enset Berpotensi Menjadi Makanan Super
BERITABALI.COM, DUNIA.
Tanaman enset, yang merupakan sumber makanan pokok di Ethiopia, berpotensi menjadi makanan super sekaligus penyelamat dalam menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim, kata sejumlah peneliti.
Sebuah studi terbaru menunjukkan tanaman yang dikenal sebagai "pisang palsu" itu bisa menjadi sumber pangan bagi lebih dari 100 juta orang.
Enset biasanya digunakan untuk membuat bubur dan roti di salah satu wilayah di Ethiopia, tetapi tanaman ini nyaris tidak dikenal di luar negara itu. Menurut penelitian tersebut, enset bisa dibudidayakan secara lebih luas di Afrika.
"Tanaman ini berperan penting untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan," kata Dr. Wendawek Abebe dari Universitas Hawassa di Awasa, Ethiopia.
Enset adalah kerabat dekat pisang. Buahnya yang berbentuk seperti pisang tidak dapat dimakan, namun akar dan batangnya mengandung tepung yang dapat difermentasi, kemudian digunakan sebagai bahan membuat bubur dan roti.
Enset adalah makanan pokok di Ethiopia, sumber pangan bagi 20 juta orang. Sayangnya, di lokasi lain makanan itu belum bisa dibudidayakan dan dianggap tidak bisa dimakan meskipun tumbuh secara liar di kawasan Afrika Selatan.
Itu membuktikan bahwa tanaman enset dapat dibudidayakan secara lebih luas. Melalui survei pertanian, para ilmuwan memperkirakan enset berpotensi menjadi sumber pangan pokok dalam empat dekade ke depan.
Enset berpotensi memberi makan lebih dari 100 juta orang, sehingga menjaga ketahanan pangan di Ethiopia dan negara-negara Afrika lainnya seperti Kenya, Uganda, dan Rwanda.
Dr. James Borrell, selaku peneliti dari Royal Botanic Gardens, Kew, Inggris, yang melakukan studi tersebut, mengatakan enset bisa dibudayakan sebagai sumber pangan penyangga pada masa paceklik untuk menjaga ketahanan pangan.
"Enset memiliki beberapa sifat yang unik. Anda bisa menanam dan memanennya kapan saja, Itulah mengapa mereka menjulukinya sebagai pohon pelawan kelaparan," kata Borrell.
Ethiopia menjadi pusat utama domestikasi tanaman di Afrika, sekaligus rumah bagi kopi dan banyak tanaman lainnya. Perubahan iklim diperkirakan akan sangat mempengaruhi hasil dan distribusi tanaman pangan pokok di seluruh Afrika dan sekitarnya.
Keinginan untuk mencari tanaman baru sebagai sumber pangan dunia telah meningkat, mengingat saat ini dunia bergantung hanya pada sejumlah tanaman pokok. Hampir setengah dari seluruh kalori yang dikonsumsi di dunia berasal dari tiga sumber yakni beras, gandum, dan jagung.
"Kita perlu mendiversifikasi tanaman yang kita konsumsi secara global, karena apa yang kita miliki saat ini ada di keranjang yang sangat kecil," kata Dr. Borrell.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4544 Kali
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 4005 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2334 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2150 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2141 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan