Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 23 Juli 2026
YouTube dan TikTok Jadi Aplikasi Paling Banyak Sedot Data Pengguna
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah penelitian dari URL Genius mengungkapkan, kalau TikTok dan YouTube jadi aplikasi paling banyak mengumpulkan data pengguna ketimbang platform media sosial lainnya.
Ada perbedaan tujuan antara YouTube dan TikTok dalam mengumpulkan data pengguna. Jika YouTube dipakai untuk keuntungannya sendiri, maka TikTok mengumpulkannya untuk bisa diakses pihak ketiga.
Sebagai contoh, YouTube mengumpulkan data pengguna untuk melacak riwayat penelusuran (history browser) atau lokasi untuk menampilkan iklan yang relevan. Sementara TikTok yang dimiliki perusahaan ByteDance mengumpulkannya dan bisa diakses oleh pihak ketiga.
Jadi sulit untuk mengetahui ke mana data yang direkam dan bagaimana mereka menggunakannya.
“Konsumen tidak dapat melihat data apa yang diperoleh pihak ketiga, atau bagaimana data mereka akan digunakan,” tulis riset tersebut, dikutip dari Gizchina, Selasa (15/2/2022).
Studi URL Genius ini menggunakan sebuah fitur bernama App Activity Recording yang tersedia di perangkat iOS. Fitur ini memungkinkan peneliti untuk menentukan berapa banyak aktivitas yang dilakukan pengguna di suatu aplikasi.
Adapun platform yang diteliti yakni YouTube, TikTok, Twitter, Telegram, LinkedIn, Instagram, Facebook, Snapchat, Messenger, dan WhatsApp. YouTube dan TikTok sama-sama merekam 14 kontak jaringan, lalu sisanya hanya merekam rata-rata enam koneksi jaringan.
Dari 14 ini, 10 yang direkam YouTube dipakai untuk kebutuhannya sendiri. Sementara empat sisanya dikirimkan ke pihak ketiga. Untuk kasus TikTok, 13 dari 14 data tersebut dibagikan ke pihak ketiga.
Pelacakan juga disebut tak akan berhenti, bahkan ketika pengguna tidak memberikan izin akses dalam pengaturan aplikasi. TikTok memang banyak mendapatkan kritik terkait cara mereka mengumpulkan dan menggunakan data pribadi pengguna, khususnya bagi mereka yang di bawah umur.
Tahun lalu, kebijakan privasi TikTok mengatakan bahwa mereka bisa membagikan data pengguna dengan perusahaan induknya, ByteDance. Namun, mereka mengklaim kalau itu diperlukan sebagai upaya untuk melindungi data privasi pengguna. (sumber : Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3798 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1467 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1454 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1403 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1306 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun