Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 23 Oktober 2026
YouTube dan TikTok Jadi Aplikasi Paling Banyak Sedot Data Pengguna
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah penelitian dari URL Genius mengungkapkan, kalau TikTok dan YouTube jadi aplikasi paling banyak mengumpulkan data pengguna ketimbang platform media sosial lainnya.
Ada perbedaan tujuan antara YouTube dan TikTok dalam mengumpulkan data pengguna. Jika YouTube dipakai untuk keuntungannya sendiri, maka TikTok mengumpulkannya untuk bisa diakses pihak ketiga.
Sebagai contoh, YouTube mengumpulkan data pengguna untuk melacak riwayat penelusuran (history browser) atau lokasi untuk menampilkan iklan yang relevan. Sementara TikTok yang dimiliki perusahaan ByteDance mengumpulkannya dan bisa diakses oleh pihak ketiga.
Jadi sulit untuk mengetahui ke mana data yang direkam dan bagaimana mereka menggunakannya.
“Konsumen tidak dapat melihat data apa yang diperoleh pihak ketiga, atau bagaimana data mereka akan digunakan,” tulis riset tersebut, dikutip dari Gizchina, Selasa (15/2/2022).
Studi URL Genius ini menggunakan sebuah fitur bernama App Activity Recording yang tersedia di perangkat iOS. Fitur ini memungkinkan peneliti untuk menentukan berapa banyak aktivitas yang dilakukan pengguna di suatu aplikasi.
Adapun platform yang diteliti yakni YouTube, TikTok, Twitter, Telegram, LinkedIn, Instagram, Facebook, Snapchat, Messenger, dan WhatsApp. YouTube dan TikTok sama-sama merekam 14 kontak jaringan, lalu sisanya hanya merekam rata-rata enam koneksi jaringan.
Dari 14 ini, 10 yang direkam YouTube dipakai untuk kebutuhannya sendiri. Sementara empat sisanya dikirimkan ke pihak ketiga. Untuk kasus TikTok, 13 dari 14 data tersebut dibagikan ke pihak ketiga.
Pelacakan juga disebut tak akan berhenti, bahkan ketika pengguna tidak memberikan izin akses dalam pengaturan aplikasi. TikTok memang banyak mendapatkan kritik terkait cara mereka mengumpulkan dan menggunakan data pribadi pengguna, khususnya bagi mereka yang di bawah umur.
Tahun lalu, kebijakan privasi TikTok mengatakan bahwa mereka bisa membagikan data pengguna dengan perusahaan induknya, ByteDance. Namun, mereka mengklaim kalau itu diperlukan sebagai upaya untuk melindungi data privasi pengguna. (sumber : Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4544 Kali
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 4008 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2334 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2150 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2141 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan