Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Pemerintah Kerja Sama Perusahaan Amerika Untuk Majukan DME
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pembakaran dimetil eter atau DME diklaim Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif lebih baik dan efisien dibanding elpiji sehingga layak menjadi bahan bakar alternatif untuk program substitusi energi di Indonesia.
"Kurang lebih 200 percobaan yang dilakukan oleh Dirjen Migas itu fraksi karbon beratnya kalau di elpiji masih tertinggal di dalam sisa botol, sedangkan kalau DME masih bisa dioptimalkan, sehingga ini menjadi salah satu edvantage (keuntungan)," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Kamis (17/2/2022).
Sejumlah alternatif elpiji kini tengah disiapkan Kementerian ESDM, diantaranya memanfaatkan dimetil eter, yakni jaringan gas rumah tangga, elektrifikasi pembangkit listrik, dan hilirisasi batu bara untuk menghasilkan dimetil eter.
Arifin menyampaikan jenis batu bara yang dipakai untuk dimetil eter adalah batu bara yang memiliki kalori 3.800 karena tidak dimanfaatkan untuk kebutuhan PLN. Tak hanya itu, lokasi pabrik dimetil eter juga berada di mulut tambang yang memudahkan proses pengangkutan.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyepakati harga keekonomian dimetil eter agar produk ini bisa bersaing dengan harga elpiji.
Manfaat yang diterima oleh negara melalui substitusi dimetil eter tersebut berupa pemanfaatan sumber daya alam, menghemat devisa impor elpiji, dan memenuhi in-situ di lokasi mulut tambang yang dapat mengatasi isu kelangkaan.
Saat ini, Indonesia sedang membangun pabrik hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter di Muara Enim, Sumatera Selatan. Proyek itu diproyeksikan bisa menghasilkan 1,4 juta ton dimetil eter per tahun dari bahan baku 6 juta batu bara kalori rendah.
Pemerintah berharap proyek dimetil eter itu dapat membuka lapangan pekerjaan untuk sekitar 13 ribu orang pada tahap konstruksi yang dilakukan oleh Air Products & Chemicals Inc. Adapun di sektor hilir yang akan dikelola oleh Pertamina diharapkan mampu menciptakan 12 ribu lapangan pekerjaan baru.
Proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter tersebut merupakan hasil kerja sama antara Amerika Serikat dengan Indonesia melalui perusahaan Air Products & Chemicals Inc, PT Bukit Asam, dan Pertamina.
Pemerintah menargetkan perusahaan dari negara Paman Sam itu bisa merealisasikan nilai rencana investasi sebesar 15 miliar dolar AS untuk industri gasifikasi batu bara beserta turunannya di Indonesia.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 343 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 285 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 220 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun