Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
4 Cara Mengatasi Claustrophobia, Fobia Pada Ruangan Tertutup
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beberapa orang takut atau memiliki fobia dengan ruangan kecil dan tertutup, yang disebut dengan claustrophobia. Bagi mereka, berada di ruangan sempit bisa terasa sangat tidak nyaman dan mengganggu.
Biasanya gejala claustrophobia meliputi panik, jantung berdebar kencang, mual, mati rasa hingga sesak napas saat berada di ruang tertutup dan sempit.
Fobia ini cukup umum karena dianggap memengaruhi 12,5 persen populasi dunia.
"Orang dengan claustrophobia akan mengalami kecemasan yang meningkat setiap berada di kondisi (ruang tertutup) ini, dan biasanya sebisa mungkin akan menghindari situasi ini, karena memicu fobia," ujar Psikiater Bull City Anxiety, Ben Eckstein, mengutip Insider, Jumat (18/2/2022).
Lantaran bisa sangat mengganggu, maka cara mengatasi claustrophobia dengan cara meminimalisir gejalanya cukup dibutuhkan. Berikut ini cara mengobati claustrophobia yang bisa dicoba:
1. Terapi Perilaku Kognitif atau CBT
CBT adalah jenis psikoterapi khusus yang membantu mengatasi pikiran maladaptif yang menyebabkan kecemasan dan stres. Dalam CBT, Anda belajar mengenali pikiran irasional yang tidak sehat, sehingga orang bisa menciptakan pola pikir yang lebih rasional dan sehat.
2. Terapi Paparan
Terapi pemaparan adalah aspek CBT yang sangat penting karena membantu seseorang menghadapi ketakutan. Ini melibatkan paparan berulang terhadap pemicu, misalnya belajar dihadapkan di ruangan tersebut dalam durasi tertentu.
Terapi ini biasanya durasi akan dimulai dari yang sangat rendah, hingga sangat menantang jika kondisinya sudah membaik.
3. Paparan Interoseptif
Daripada membiarkan diri terpapar secara fisik, pada terapi ini pasien akan dipaparkan hanya pada sensasinya saja alias hanya pikirannya saja. Harapannya nanti pasien bisa lebih mentolerir jika mendapatkan sensasi serupa di keadaan sesungguhnya.
4. Teknik relaksasi
Ini salah satu cara yang bisa dilakukan, yaitu melatih tubuh dan pikiran untuk mengurangi kecemasan. Salah satu caranya dengan melatih pernapasan diafragma atau relaksasi otot agar tidak tegang.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5535 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3481 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2330 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1168 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan