Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Ini Efek Samping Vaksin Booster Pfizer dan Moderna
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemerintah telah mengeluarkan perintah vaksin booster untuk masyarakat di Indonesia. Vaksin booster ini sudah berlangsung sejak 12 Januari 2022. Lantas, adakah efek samping vaksin booster?
Diketahui, vaksin booster ini diberikan kepada masyarakat umum secara gratis. Melansir dari situs Kemenkes.go.id, pemberian vaksin booster kepada masyarakat Indonesia berusia di atas 18 tahun serta telah mendapat vaksinasi dosis 2 dengan minimal jangka waktu 6 bulan.
Selain itu, pemberian vaksin booster ini juga diprioritaskan untuk lansia (lanjut usia) maupun penderita immunokompromais. Bicara soal vaksin booster, simak berikut ini efek samping vaksin booster yang dilansir dari berbagai sumber.
Efek Samping Vaksin Booster
Suntikan vaksin booster terbukti aman. Dalam hal keamanan, mereka tidak menemukan efek samping baru, yang berarti konsisten dengan apa yang telah dilihat dalam penelitian sebelumnya. Bagi mereka yang khawatir tentang miokarditis atau perikarditis, radang otot jantung atau lapisan luar jantung, tidak ada kasus yang diamati.
Selain itu, ada juga efek samping vaksin booster atau vaksin dosis ketiga sangat mirip dengan dosis kedua, yang mana menyatakan "tidak ada pola reaksi merugikan yang tidak terduga".
Suntikan vaksin booster tidak hanya aman, tetapi juga terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kekebalan seseorang terhadap Covid-19. Dalam studi Pfizer, mereka menemukan bahwa kemanjuran vaksin booster relatif lebih dari 95 persen, yang mengembalikan kemanjuran vaksin asli sebelum kekebalan berkurang.
Moderna masih mengumpulkan data akhir, tetapi karena Moderna telah terbukti menghasilkan antibodi penetralisir dan antibodi total dalam jumlah yang baik, kami berharap kemanjurannya setara dengan hasil Pfizer.
Perlu dicatat bahwa booster Moderna hanya setengah dari dosis aslinya. Ini karena dua dosis awal vaksin Moderna secara komparatif jauh lebih tinggi daripada Pfizer, sehingga individu hanya perlu setengah dosis untuk meningkatkan.
Baik Pfizer dan Moderna menemukan bahwa vaksin mereka telah menurunkan perlindungan terhadap varian Omicron tetapi perlindungan ini tampaknya dipulihkan setelah suntikan booster.
Pfizer mengatakan boosternya meningkatkan titer antibodi hingga 25 kali lipat. Sementara itu, Moderna menemukan bahwa dosis booster 50 mikrogram meningkatkan tingkat antibodi sekitar 37 kali lipat.
Demikian informasi mengenai efek samping vaksin booster yang perlu diketahui. Yang belum vaksin, yuk segera vaksin. Dan bagi yang sudah vaksin dosis lengkap, segera lakukan vaksin booster.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 341 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 268 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 216 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun