Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Anak Chubby Ternyata Berisiko Alami Hiperinfeksi saat Terinfeksi Covid-19!
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Banyak studi menyebut anak yang terinfeksi Covid-19, 70 persen cenderung memiliki gejala ringan. Tapi dokter spesialis anak memberi peringatan bahwa anak dengan obesitas atau perawakan chubby yang terinfeksi Covid-19 bisa mengalami hiperinfeksi atau peradangan hebat.
Hal ini diungkap Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Yogi Prawira, Sp.A(K). Dokter Yogi mengatakan bahwa kejadian peradangan hebat tidak hanya dialami anak obesitas tapi juga dialami sebagian kecil anak dengan komorbid atau penyakit penyerta.
"Anak-anak dengan penyakit kronik seperti penyakit jantung bawaan, ginjal, autoimun, anak ini seandainya terinfeksi hati-hati, risiko keparahan jadi berat lebih besar," ujar dokter Yogi dalam acara diskusi Radio Kesehatan Kemenkes, Rabu (23/2/2022).
Peradangan parah ini terjadi bukan hanya saat anak dinyatakan positif Covid-19, tapi dialami dua hingga enam minggu setelah dinyatakan sembuh bahkan hasil tes sudah menyatakan negatif.
"Peradangan hebatnya bisa di seluruh sistem, kadang di otak hilang kesadaran, kejang, kadang di otot jantungnya meradang, kadang di saluran cerna jadi muntah, kadang di kulit mata kemerahan nggak ada beleknya," tutur dokter Yogi.
Menariknya, hasil studi menunjukan vaksinasi Covid-19 pada anak 12 tahun ke atas menggunakan vaksin mRNA, bisa menurunkan kejadian hiperinfeksi hingga 91 persen.
Itulah sebabnya, dokter Yogi menegaskan selain anak dengan kondisi sehat, anak dengan komorbid juga sangat membutuhkan vaksinasi Covid-19.
"Kalau punya komorbid sebenarnya lebih penting lagi untuk divaksin, karena kita tahu kalau punya komorbid risiko dirawat sampai kritis itu lebih besar," tutup dokter Yogi.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5969 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan