Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
15 Ogoh-Ogoh di Jembrana Ikuti Lomba, Ada Miras Didiskualifikasi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Perayaan Hari raya Nyepi Tahun 2022 dipastikan dimeriahkan dengan perlombaan ogoh-ogoh. Sebanyak 15 buah ogoh-ogoh dari Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Negara dan Melaya mengikuti ajang perlombaan menyambut Nyepi Tahun Baru Caka 1944, 3 Maret 2022 mendatang.
Ogoh-ogoh ini mengikuti perlombaan tingkat Kecamatan. Pada penilaian tingkat Kecamatan ini, melibatkan Majelis Desa Adat (MDA) dan seniman dan sudah dilaksanakan pada 21 Februari 2022.
Terkait dengan penilaian yang dilakukan, Pamong Budaya Ahli Muda Disparbud Jembrana, I Gede Sudarsana mengatakan, ada beberapa hal yang dinilai oleh tim. Diantaranya ialah tekhnik pembuatan ogoh-ogoh dari tingkat kesulitan, kemudian bahan-bahan untuk membuat tidak boleh stereo foam atau gabus.
Kemudian menyangkut anatomi dari bhuta kala itu sendiri. Selanjutnya ialah yang keempat ialah filosofi ogoh-ogoh atau sinopsis dari ogoh-ogoh.
“Nah yang terpenting kalau ada minuman keras maka akan didiskualifikasi. Dari 15 yang mengikuti tingkat Kecamatan bersih tidak ada pelanggaran,” imbuhnya.
Sudarsana menambahkan, bahwa untuk perlombaan tingkat Kecamatan akan dipilih tiga dari lima ogoh-ogoh yang dilombakan. Kemudian, dari empat Kecamatan yang mengikuti kecuali Pekutatan muncul 12 ogoh-ogoh.
"Nantinya dari 12 ogoh-ogoh ini, akan ada tiga pemenang yang akan diikutkan lomba Provinsi," katanya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5500 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2315 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1127 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan