Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
3 Tantangan Yang Dihadapi Dalam Presidensi G20
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presidensi Group of Twenty (G20) merupakan forum kerjasama multilateral yang beranggotakan 19 negara utama dan Uni Eropa, dimana tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah dari forum tersebut. Dalam Presidensi G20 Indonesia 2022, Indonesia memiliki kesempatan untuk mengangkat tiga isu utama, yaitu sistem kesehatan, transformasi ekonomi dan digital dan transisi energi.
Kendati demikian, tidak mudah untuk membuat tiga isu tersebut bisa direspon dengan cepat oleh negara-negara anggota. Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi menyoroti tiga tantangan yang dihadapi dalam forum tersebut.
Pertama, adalah multilateral, dimana G20 merupakan multilateral forum sehingga masing-masing negara memiliki kepentingannya sendiri. Oleh karena itu, perlu dibangun common interest dan network interdependence. Selain itu, persoalan yang dibahas harus memuaskan semua pihak, dan menurut Edi, ini cukup sulit.
"Makanya, Indonesia ingin melaksanakan mandat Deklarasi Seoul 2010, dimana G20 harus merangkul semua pihak, yaitu lembaga internasional, kelompok masyarakat, serikat pekerja, bisnis hingga akademisi," kata Edi dalam diskusi Transformasi Ekonomi untuk Penguatan dan Pemulihan Bersama yang diadakan secara daring, Kamis (24/2/2022).
Tantangan kedua, adalah peningkatan beban utang publik. Peningkatan pendapatan dari pajak menurutnya kurang tepat karena dunia usaha baru saja pulih.
Akibatnya, mobilitas capital power sulit jika memaksakan angka besar untuk sebuah program. Apalagi, masih ada penurunan produktivitas karena perubahan pola kerja sehingga pergerakan dana terbatas. Untuk itu, Edi mengajak private sector untuk sukarela dalam penggalangan dana pemulihan.
"PRnya adalah menciptakan kepastian, international standard, karena investasi private sector penuh perhitungan. Walaupun terus terang ini butuh effort yang tidak mudah. Nanti, kita akan mengumpulkan berbagai macam gagasan untuk meredakan situasi," katanya.
Terakhir, karena ini adalah primer forum, banyak yang akan memanfaatkan forum tersebut sebagai public expose. Kepentingan-kepentingan yang ada akan beragam, mulai dari domestik hingga internasional, semua negara akan memanfaatkan ini.
Meskipun begitu, Indonesia harus bisa mendorong ini sebagai forum legitimate di luar formal protocol PBB dan bisa mengemas prosesnya ala Indonesia. Dengan begitu, tiga isu utama yang diangkat Indonesia bisa direspons dengan cepat oleh negara-negara anggota.
Dalam presidensi kali ini, Indonesia berharap dapat menggalang aksi dari narasi atau pernyataan yang dihasilkan di dalam forum G20. Untuk itu, anggota-anggota G20 harus bergandengan tangan untuk mendorong isu-isu relevan menjadi aksi nyata.(sumber: bisnis.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5500 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2315 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1127 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan