Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
35 Motor Listrik Dipinjamkan ke Desa Adat se-Denpasar
Patroli Pecalang saat Nyepi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
PLN dan komunitas pengguna motor listrik menfasilitasi pinjaman 35 motor listrik kepada seluruh Desa Adat di Denpasar untuk patroli pecalang saat Catur Brata Penyepian saat Nyepi tahun 2022.
Motor itu akan dikembalikan pada tanggal 5 Maret 2022. Fasilitas yang dipinjamkan oleh PLN dan sejumlah komunitas motor listrik itu bertujuan untuk membantu tugas pecalang dalam mengatasi saat gawat darurat atau emergency.
Penyerahan motor listrik itu dilakukan di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Bali pada Jumat 25 Februari 2022. Dalam paparannya, Kadis Perhubungan Provinsi Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta mengatakan pemberian motor listrik ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali mewujudkan Bali energi bersih.
"Nyepi kali ini kita akan coba maknai dengan sesuatu, salah satunya dengan mulai menggunakan kendaraan listrik walaupun desa dan yang belum punya tapi kita kan pinjami kendaraan listrik dari komunitas, silakan digunakan oleh teman-teman ke jalan untuk sebagai patroli saat perayaan Nyepi," tuturnya.
Dia menyebut bahwa energi bersih menjadi konsentrasi Gubernur Bali Wayan Koster melalui Pergub Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.
Pihaknya mengapresiasi gerakan dari komunitas motor listrik dan juga PLN yang mendukung persediaan tempat charger motor listrik ini. Penggunaan motor listrik untuk patroli saat Nyepi diharapkan menjadi momentum menuju Bali era baru.
Sementara Kepala Humas PLN UID Bali Made Arya mengatakan, PLN memfasilitasi sebanyak 15 unit dan 15 unit motor listrik dari Komunitas kolaboratif #KemBALIBecik jadi total sebanyak 35 unit untuk dipinjamkan kepada Pecalang khususnya di Kota Denpasar.
Kepada perwakilan Pecalang Kota Denpasar yang hadir dalam pertemuan itu, area berpesan agar penggunaan motor listrik ini jangan sampai mengganggu pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
Dia menyarankan agar motor listrik itu digunakan hanya pada saat gawat darurat, sehingga tidak terjadi lalu lalang kendaraan kendatipun motor listrik tidak bersuara.
"Jika ada kendala, agar berkoodinasi dengan kelihan adat atau Bendesa, nanti petugas kami didampingi Pecalang akan datang. Petugas kami juga telah dibekali surat tugas," ungkap Arya.
Dalam kepentingan patroli yang dalam jarak dekat ia menyarankan ke jalan untuk berjalan kaki. Terhadap fasilitas yang diberikan oleh pemerintah dan komunitas motor listrik, Manggala Pecalang Kota Denpasar Made Mendra mengucap terima kasih. Ia menilai cara mengoperasikannya tidaklah sulit. Hampir sama dengan menggunakan motor konvensional.
"Nanti kami akan ditempat di pos induk, jadi ketika ada yang penting, maka Pecalang di pos induk akan datang ke lokasi," tutupnya.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 263 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 183 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 154 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun