Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 3 Hari
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wilayah Bali akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan pada 26 hingga 28 Februari 2022 dengan waktu yang berbeda di tiap wilayah Kabupaten/Kota saat titik Kulminasi Utama.
Di Denpasar dan Badung, bakal terjadi pada 26 Februari 2022 pukul 12.32 WITA, kemudian di Tabanan, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem dan Jembrana terjadi pada 27 Februari 2022 di rentang waktu pukul 12.30 12.34 WITA. Lalu di Buleleng pada 28 Februari 2022 pukul 12.32 WITA.
Koordinator Bidang Observasi BBMKG Wilayah III Denpasar, Dwi Hartanto menjelaskan Kulminasi atau transit atau istiwa' adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama.
"Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat "menghilang" sekitar 30 detik sesudah dan sebelum waktu puncak di masing-masing wilayah, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan," jelas Dwi.
Hari Tanpa Bayangan, disampaikan Dwi, terjadi karena bidang ekuator Bumi atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi Bumi, sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5” Lintang Utara sampai dengan 23,5” Lintang Selatan, hal ini disebut sebagai gerak semu harian Matahari.
Pada tahun ini, Matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2022 pukul 22.33 WIB dan 23 September 2022 pukul 08.04 WIB. Adapun pada 21 Juni 2022 pukul 16.14 WIB, Matahari berada di titik balik Utara dan pada 22 Desember 2022 pukul 04.48 WIB Matahari berada di titik balik Selatan.
"Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa," ungkap Dwi.
Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi Matahari sama dengan lintang kota tersebut. Khusus untuk Jakarta Pusat, fenomena ini terjadi pada 5 Maret 2022, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan pada 9 Oktober 2022, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB.
Secara umum, kulminasi utama tahun 2022 di Indonesia terjadi antara 21 Februari 2022 di Ba'a Nusa Tenggara Timur hingga 5 April 2022 di Sabang, Aceh dan 7 September 2022 di Sabang, Aceh sampai dengan 21 Oktober 2022 di Ba'a, Nusa Tenggara Timur. (sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 552 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 411 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 407 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan