Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
F1 Batalkan Grand Prix Rusia karena Perang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Formula 1 (F1) pada Jumat (25/2/2022) menyatakan tidak akan menggelar balapan di Rusia musim ini menyusul situasi terkini di mana negara tersebut melakukan invasi ke Ukraina.
Balapan di Sochi Olympic Park itu dijadwalkan pada 25 September mendatang.
"Kami melihat perkembangan di Ukraina dengan rasa sedih dan syok serta berharap resolusi cepat dan damai untuk situasi ini," demikian pernyataan resmi F1.
Pada Kamis petang, F1, FIA dan tim-tim kompetitor telah membahas soal sikap olahraga tersebut dan tercapai keputusan bahwa, "tidak mungkin menggelar Grand Prix Rusia di situasi saat ini."
Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina lewat darat, udara dan laut pada Kamis.
Juara dunia empat kali Sebastian Vettel pada sesi jumpa pers, Kamis, mengatakan ia tak akan ambil bagian di Grand Prix Rusia apabila balapan itu tetap berlangsung.
Juara dunia bertahan Max Verstappen juga menentang keras, mengatakan membalap di negara yang sedang berperang "tidak benar".
Tim Haas F1 telah berpisah dengan sponsor titel mereka, perusahaan pupuk kimia asal Rusia Uralkali yang dimiliki bilyuner Dmitry Mazepin, yang putrana, Nikita membalap di tim asal Amerika Serikat itu.
Haas telah mencopot brand Uralkali dan nuansa bendera Rusia dari livery mobil mereka VF-22 yang pada hari terakhir tes pramusim di Barcelona dibalut warna putih polos.
Pembatalan balapan di Rusia menyebabkan kalender F1 berkurang menjadi 22 balapan, setelah sebelumnya mencapai rekor 23 Grand Prix dalam satu tahun musim ini.
Grand Prix Rusia debut di F1 pada 2014 silam dan rencananya akan dipindah ke trek baru di luar St Petersburg mulai tahun depan.
Presiden Rusia Vladimir Putin hadir di balapan-balapan sebelumnya, bahkan menyerahkan trofi di podium.
Sponsor utama balapan tersebut adalah VTB Group, yang memiliki VTB Bank yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat dan Inggris menyusul invasi Rusia ke Ukraina. [Antara]
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 551 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 407 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 406 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan