Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Siaran TV Analog Dihentikan, Kominfo Yakin Jumlah Penonton TV Masih Tinggi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tetap optimis bahwa jumlah penonton televisi (TV) di Indonesia tetap banyak di tengah kehadiran layanan streaming hingga dari internet lainnya.
Untuk itulah mereka bakal menghentikan siaran TV Analog ke digital atau yang dikenal analog switch off (ASO). Tahap pertama ASO ini akan digulirkan mulai 30 April 2022.
"Prediksi kami sudah mengikuti tren dari transformasi digital di indonesia. Perlu kami sampaikan bahwa peminat atau penonton tv di Indonesia saat ini masih tetap stabil jumlahnya," kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail, dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di YouTube, Jumat (25/2/2022).
Ia tak menampik kalau sebagian masyarakat Indonesia sudah mulai beralih ke layanan streaming atau media internet lain. Namun ia tetap optimis kalau masyarakat yang menonton melalui broadcasting juga memiliki jumlah yang besar.
"Penonton atau pemirsa yang menonton melalui broadcasting juga memiliki jumlah yang tidak kecil. Puluhan juta masyarakat kita masih bertumpu mendapatkan informasi dari siaran televisi," klaim dia.
Ismail juga memberitahu kalau ada perbedaan dari kegunaan masing-masing siaran TV dan internet. Untuk layanan streaming, konsep yang ditampilkan memang bisa lebih interaktif.
Sementara untuk masyarakat yang hanya gemar menonton saja, tanpa interaktif, dinilai Ismail jauh lebih efisien menggunakan perangkat televisi.
"Kami memprediksi hal ini masih cukup lama karena kegunaannya yang berbeda," kata Ismail saat menanggapi apakah layanan streaming mampu mengalahkan televisi.
Sekadar informasi, Kementerian Kominfo sudah menyiapkan 3.202.470 set top box (STB) gratis ke masyarakat miskin untuk menikmati siaran tv digital. Ini sesuai dengan program Kominfo untuk analog switch off (ASO) tahap I yang diadakan pada 30 April mendatang.
Rincinya, 893.044 unit dari pihak SCTV dan Indosiar, 842.631 unit dari grup MNC (RCTI atau Global TV), 454.749 unit dari Transmedia (Trans TV dan Trans7), 519.930 unit dari grup media (Metro TV), 368.990 unit dari RTV, dan pemerintah yang menyediakan 87.277 unit.
"Jumlah STB tersebut masih akan bisa bertambah dari lembaga penyiaran swasta yang saat ini masih dalam proses evaluasi dan seleksi penyelenggaraan multipleksingnya," ujar Ismail. (Sumber : Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5507 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2316 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1129 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan