Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Nenek Sami yang Hilang Ditemukan Meninggal
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ni Ketut Sami, 80, tahun asal Banjar Majangan, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Gianyar, yang hilang sejak Selasa (22/2) ditemukan di dalam terowongan Subak Gede Buahan, dalam kondisi sudah meninggal, Sabtu(26/2), sekitar pukul 09.30 WITA.
Setelah ditemukan, warga langsung mengevakuasi, dan melakukan ritual ngeplugin di lokasi ditemukan. Selanjutnya dibawa ke rumahnya di Banjar Majangan.
Atas temuan itu, Tim Medis dari Puskesmas Payangan yang disaksikan langsung Kanit Reskrim Polsek Payangan melakukan visum. Kanit Reskrim Polsek Payangan, IPDA I Gede Ardika Pramarta mengatakan, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan.
Korban terpeleset lalu ada benturan dan hanyut terbawa arus air menyebabkan korban meninggal. “Ini faktor korban memang sudah uzur, sehingga tidak kuat melawan arus air,” ujarnya.
Pun demikian dengan dokter Fandi yang melakukan pemeriksaan korban juga mengungkapkan, hal yang sama. Ada lecet, dan bekas benturan akibat terjatuh. “Tidak ada tanda bekas kekerasan,” tutup dia.
Diberitakan sebelumnya, Selasa(21/2) pagi sampai sore nenek tidak pulang. Lalu, Rabu(23/2) keluarga dan tetangga menelusuri jejak korban. Pencarian juga melibatkan gamelan.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1977 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1600 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun