Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Seorang Perempuan Nekat Lompat dari Motor
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Diduga marahan dengan kekasih, seorang perempuan nekat lompat dari sepeda motor. Hal ini terlihat dalam video yang beredar di media sosial.
Pada video yang diunggah oleh akun Instagram @makasarr_iinfo, terlihat sepasang sejoli tengah berkendara dengan sepeda motor. Dari belakang, keduanya tampaknya terlibat cekcok bahkan motor yang dikendarai sang pria terlihat oleng.
Hingga beberapa saat, perempuan tersebut melepas helmnya dan membuang helm ke jalanan ramai. Tak hanya membuang helmnya, perempuan tersebut bahakan nekat loncat dari sepeda motor yang masih berjalan.
Perempuan yang memakai celana pendek itu lompat dengan posisi lutut mengantam aspal. Saat perempuan tersebut melompat, sang pria masih melajukan sepeda motornya dan terlihat kaget dengan aksi pasangannya.
"Wanita ini nekat lompat dari motor diduga lagi marahan," ungkap akun @makasarr_iinfo.
Video yang diunggah pada Senin (7/3/2022) tersebut tentu mendapatkan berbagai respons dari warganet.
"Udah segitunya, rugi kalau baikan," komenar warganet.
"Weh, itu aspal buk bukan springbed," imbuh warganet lain.
"Bonyok dah tuh lutut," tulis warganet di kolom komentar.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3050 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1826 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun