Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Targetkan Kirim hingga 30 Juta Unit, iPhone SE 2022 Mulai Diproduksi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Diperkirakan segera diluncurkan resmi 8 Maret mendatang, iPhone SE 2022 sudah masuk manufaktur untuk produksi massal mulai bulan ini.
Kabar ini tersiar oleh Ming-Chi Kuo yang terkenal dengan julukan "ahli Apple".
Dikutip dari laman GSM Arena, Minggu (6/3/2022), Apple menargetkan mengirimkan 25 juta sampai 30 juta unit iPhone SE terbaru hanya untuk tahun ini.
Seperti diketahui, Apple Event akan digelar 8 Maret mendatang yang akan menghadirkan iPad Air dan iPhone SE versi terbaru, di antara jajaran produk yang diperkenalkan hari itu.
Rumor yang beredar, iPhone SE generasi terbaru akan bernama iPhone SE+ 5G.
Desain ponsel ini diperkirakan akan sama dengan iPhone SE 2020, hanya saja bisa terhubung ke jaringan 5G.
Ming-Chi Kuo mengatakan, iPhone SE+ 5G akan hadir dalam tiga pilihan warna, yaitu putih, hitam dan merah.
Sementara untuk kapasitas penyimpanan, Apple akan memberikan varian 64GB, 128GB dan 256GB.
Ponsel ini akan ditenagai chip A15 Bionic, yang juga dipakai pada seri iPhone 13.
Apple belum mengonfirmasi kabar ini, namun, Ming-Chi Kuo memiliki rekam jejak yang akurat dalam memprediksi gawai keluaran Apple. [Antara]
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3050 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1825 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun