Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Menteri KKP Gandeng Nelayan Industri Pungut Sampah di Laut
BERITABALI.COM, BADUNG.
Permasalahan sampah disebut Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, tidak hanya dirasakan di Indonesia, melainkan permasalahan di seluruh dunia. Sehingga permasalahan tersebut menjadi tanggung jawab bersama.
“Sampah ini tidak hanya berada di darat, namun di laut juga ditemukan sampah. Bahkan ada nelayan yang melaut sengaja membuang sampah yang dibawanya,” jelasnya, Kamis (10/3) di Kuta, Badung.
Dalam mengatasi sampah tersebut, pihaknya telah merancang sebuah program menjaga kebersihan dan kesehatan laut. Program tersebut dirancang oleh Dirjen Ruang Laut dengan menggandeng nelayan industri. Dimana dalam satu bulan nantinya mereka akan difokuskan untuk memungut sampah di laut.
“Nelayan industri ini akan diberikan tugas selama sebulan penuh, sehingga dalam kurun waktu tersebut mereka tidak menangkap ikan. Tujuannya untuk menjaga agar laut menjadi tetap bersih dan sehat,” katanya.
Anggaran digunakan nantinya akan diambil dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Selama ini nelayan industri membayar melalui PNBP. Sehingga, saat tidak menangkap ikan PNBP yang akan mengganti biaya nelayan dalam program satu bulan tidak menangkap ikan.
“Ini salah satu program yang sedang kami rancang. Nantinya dari sampah yang dikumpulkan, akan ditimbang dan kemudian dibayar,” ujarnya.
Program tersebut sebenarnya menjadi salah satu gerakan moral. Sembari Dirinya menambahkan, lantaran di laut sampah akan terus berdatangan meskipun sudah dibersihkan.
“Seperti saat ini walaupun sudah dibersihkan, tetapi sampah muncul lagi. Sehingga sangat penting program ini harus digalakkan," pungkasnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli