Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Serangan Udara Rusia Hancurkan Rumah Sakit Bersalin
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia meluncurkan serangan udara yang menghancurkan rumah sakit bersalin di Mariupol dan mengakibatkan 17 orang terluka. Selain itu, Gedung Putih memperingatkan bahwa Rusia bisa menggunakan senjata kimia atau biologi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam vlognya menyebut ada 35.000 warga sipil yang dievakuasi dari sejumlah kota pada Rabu (09/03). Tiga koridor kemanusiaan telah memungkinkan penduduk untuk meninggalkan kota timur laut Sumy, kota tenggara Enerhodar, dan daerah sekitar ibu kota Kyiv.
Zelenskyy berharap lebih banyak akses terbuka pada Kamis (10/03) dengan untuk mengevakuasi warga dari kota-kota tenggara Mariupol dan Volnovakha, serta kota timur Izium.
Zelenskyy serukan penguatan sanksi Barat Zelenksyy meminta negara-negara Barat untuk meningkatkan sanksi terhadap Rusia setelah serangan udara menghancurkan sebuah rumah sakit bersalin di Mariupol.
"Sebuah genosida Ukraina sedang terjadi,” kata Zelenskyy. Dia menggambarkan serangan di rumah sakit sebagai "kejahatan perang.” Setidaknya 17 orang terluka dalam serangan tersebut, termasuk wanita hamil.
Dia menambahkan bahwa orang-orang, termasuk anak-anak, terjebak di bawah puing-puing setelah serangan itu.
Mariupol telah diblokade oleh pasukan Rusia selama sembilan hari. Zelenskyy menegaskan bahwa pengepungan ini "di luar kekejaman.”
AS tuding Rusia gunakan senjata kimia Dana Moneter Internasional (IMF) memberi bantuan sebesar $1,4 juta (Rp19,6 triliun) untuk membantu Ukraina mengatasi "krisis kemanusiaan dan ekonomi yang masif.”
Rusia dan Ukraina mengumumkan pergeseran ekspor di tengah krisis. Para pengamat mengatakan bahwa gangguan terhadap ekspor gandum Rusia dan Ukraina bisa menghancurkan negara-negara Afrika Tengah yang sangat bergantung pada kedua pemasok tersebut.
Selain itu, Gedung Putih memperingatkan bahwa Rusia bisa menggunakan senjata kimia atau biologi sebagai bagian dari serangan "bendera palsu” di Ukraina.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3018 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2070 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2040 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun