Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Griya Agung Beraban Lahirkan Ida Bhawati Anyar, Ini Arahan PHDI

Kamis, 17 Maret 2022, 09:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Griya Agung Beraban Lahirkan Ida Bhawati Anyar, Ini Arahan PHDI.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pasemetonan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) terus melahirkan Sulinggih untuk melayani umat. Salah satunya dilakukan oleh Griya Agung Beraban yang kembali menggelar upacara Pawintenan Ida Bhawati.

Upacara tersebut dilakoni oleh Jero Mangku Wayan Sukadana bersama istri Jero Mangku Ni Wayan Siki Adnyani pada Selasa (15/3/2022) di Griya Agung Beraban, Denpasar Barat. Keduanya kini telah dinobatkan menjadi Ida Bhawati Pasek. 

Ketua panitia penyelenggara Pawintenan Bhawati, Nyoman Kenak menuturkan upacara ini dalam rangka tradisi Nyambung Rah, yaitu mengikuti jejak sang orang tua yang telah menjadi seorang sulinggih. 

"Seorang sulinggih di Pasemetonan MGPSSR wajib menjalani tahap Bhawati atau anak-anaking pandita. Secara niskala, kini calon Sulinggih telah masuk ke rahim nabe, yang nantinya akan lahir menjadi sulinggih melalui upacara Apod Gala Dwijati," terangnya. 

Di tengah pandemi, kegiatan ini tetap mematuhi protokol kesehatan dan diawasi oleh Satgas Desa Dauh Puri Kauh. Tamu juga dibatasi, dan diimbau untuk semua hadirin menggunakan masker tanpa kecuali. 

"Kami apresiasi juga para sulinggih yang tetap taat prokes. Selalu disiplin mengenakan masker. Ini menjadi contoh bagi umat," ujar Kenak. 

Terkait pengawasan prokes, Ketua Satgas Covid 19 Desa Dauh Puri Kauh I Gusti Made Suandhi menilai penerapan prokes di lingkungan relatif disiplin. Itu ditandai tambahan kasus baru yang mendekat nol. 

Dia berharap masyarakat yang akan menggelar upacara adat tetap mematuhi prokes, dengan menyediakan sarana prokes yang cukup.

"Semoga tidak terjadi lagi lonjakan kasus melalui aktivitas adat," tuturnya. 

Pada kesempatan itu, Ketua PHDI Provinsi Bali Prof. Dr. I Ngurah Sudiana turut memberi apresiasi kepada kedua Ida Bhawati Pasek yang bersedia menempuh dunia kependetaan.

Dia mendukung lahirnya sulinggih dari berbagai pesemetonan di Bali, termasuk dari MGPSSR. Menurutnya Bali masih memerlukan banyak sulinggih untuk melayani umat, baik dalam pelaksanaan upacara agama hingga Dharma wacana. 

"Titiang kagum sekali dengan Semeton MGPSSR sampun memiliki Ida Bharmana kurang lebih 300," ungkapnya. 

Dia juga mengapresiasi upacara berlangsung dengan mengedepankan prokes. Upacara ini dipimpin oleh empat sulinggih, yakni Ida Pandita Mpu Nabe Sinuhun Siwa Putri Prama Dhaksa Manuaba sebagai Nabe Saksi. Ida Pandita Mpu Nabe Dharmika Tanaya sebagai Nabe Saksi.

Ida Pandita Mpu Nabe Dhaksa Mertayoga sebagai Nabe Tapak. Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Putra Pamuteran sebagai Nabe Waktra. Dan Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Budha Dhaksa Dharmita. 

Upacara ini digelar bersamaan dengan piodalan di Merajan Agung Griya Agung Beraban. Persiapan terkait upakara dan upacara telah dipersiapkan sejak sebulan sebelumnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dps



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami