Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 7 September 2026
Negara-Negara G7 Tolak Keras Bayar Gas Rusia Pakai Rubel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kelompok G7, organisasi tujuh negara terbesar di dunia yang disebut memiliki ekonomi maju, pada Senin (28/3/2022) menolak keras permintaan Rusia bahwa mereka harus membayar pembelian gas dan minyak dengan mata uang Rusia, rubel.
"Ini tidak dapat diterima dan kami meminta perusahaan terkait untuk tidak memenuhi permintaan Presiden Rusia Putin," kata Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck kepada wartawan di Berlin.
Pernyataan dari pejabat Jerman itu datang setelah negara tersebut menjadi tuan rumah pertemuan konferensi video dengan para pejabat dari Kanada, Prancis, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).
"Semua menteri telah sepenuhnya setuju bahwa ini adalah langkah sepihak dan jelas melanggar kontrak yang ada," ungkap Habeck.
Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu menginstruksikan pemerintah untuk menggunakan rubel dalam pembayaran pasokan energi ke "negara-negara yang tidak bersahabat" - negara-negara yang telah menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3199 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 652 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 602 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman