Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 22 Juli 2026
Cok Gus Siap Terjemahkan Kesendirian, Kerinduan dalam Konser
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tjok Bagus, penyanyi berdarah Bali yang karib disapa Cok Gus ini, sedang menata konser tatap muka dan peluncuran video klip dari lagunya yang bertajuk "Ya Sudahlah".
Pria yang mulai merintis dan mengawali karirnya sebagai penabuh cajoon dan vocal dalam group band Nosstress ini, kini mulai bersolo karir, menciptakan beberapa lagu, dan mencoba merdeka dengan karya-karya yang diciptakannya.
"Ya Sudahlah" menjadi titik mula, menjadi langkah awal Tjok Bagus dalam berkarya secara mandiri. Banyak pihak mendukung jalan sunyi yang kini dipilihnya ini, terbukti, single yang sebelumnya telah dapat didengarkan di berbagai platform digital pada akhir januari lalu, mencuri banyak perhatian para pendengarnya.
Bukan hanya itu, Silur Barong sebuah Production House di Bali pun serta merta bersemangat menggarap video klip atau musik video single Ya Sudahlah. Disutradarai oleh Rai Pendet, video klip yang merupakan sebuah respon dari lagu ini, telah rampung dan siap untuk disaksikan oleh penikmat musik tanah air.
“Silurbarong merespon lagu Cok Gus ini dengan menerjemahkan kesendirian dan kerinduan akan teman. Konsepnya sendiri kita balut Cok Gus dengan kegelapan, dan menunjukkan dirinya di bawah cahaya sambil bernyanyi. Lalu kita kombinasikan cerita dengan dua insan yang menari dalam kegelapan," ungkap Aditya Nugraha, direktur Silur Barong sekaligus produser musik video ini, Rabu,(30/3) di Denpasar.
"Dua buah skena yang beriringan dalam cerita yang menurut kami bisa terhubung dengan siapa saja. Cerita tentang kerinduan dan kesendirian ini bisa jadi cerita siapa saja, bukan hanya Cok Gus, tapi mungkin kita semua. Maka dari itu Silurbarong berusaha membuat ini jadi perwakilan emosi cerita semua hati, dan berharap semua orang bisa terhubung dengan video musik ini,” imbuhnya.
Video Klip ini rencananya akan diluncurkan bersamaan dengan konser tatap muka Tjok Bagus pada hari Sabtu, 2 April 2022 mendatang. Dimulai pukul 18.00 senja, konser musik ini mengambil tempat di Kopi Djoglo, jalan sedap malam Denpasar. Acara yang terbilang gratis ini, dibuat serta merta sebagai wujud nyata Tjok Bagus bernyanyi kembali di hadapan pendengarnya.
“Acara ini saya garap untuk memuat muatan kerinduan saya dalam mempersembahkan karya saya di hadapan kawan-kawan dan pendengar serta penikmat karya-karya saya. Tanggal 2 April nanti, saya akan melepas rindu, setelah sekian waktu, dan bernyanyi bersama-sama kembali dengan sesuatu yang baru, dengan jalan dan langkah yang baru," jelas Tjok Bagus.
Konser ini tidak luput dari peran dan dukungan banyak kawan-kawan, seperti Kopi Djoglo, Bali Wariga, Focus, Telaga Swara, Silur Barong, Chopperdog dan Hatten Wine.
Turut menampilkan tiga musisi sebagai pembuka acara, sebut saja Frando Hutabarat, Mariani, dan Sars. Konser ini digadang-gadang juga mendapatkan apresiasi yang besar di tengah penikmat musik folks tanah air, setelah sebelumnya sukses dengan gerakan lomba pembuatan video reels di Instagram dengan menggunakan lagu Ya sudahlah sebagai latar musik video ini, di mana lebih dari 150 peserta antusias untuk mengikutinya.
Tidak seperti kacang yang lupa kulitnya, dalam kesempatan jumpa pers itu, Tjok Bagus juga menyampaikan apresiasinya kepada musisi-musisi yang telah mendukung perjalanan karir solo ini.
“Pada kesempatan ini, saya juga ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada kawan-kawan musisi pendukung yang telah mengambil andil besar dalam membangun suasana baru di project solo saya. Mereka adalah Fendi, Sanjay, Agung Wiryawan, Marwan dan Bono Sony. Terima kasih tak terhingga, sehingga karya ini bisa mengalir di telinga banyak orang," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3788 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1447 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1443 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1389 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1298 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun