Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Kaum Wanita di Norwegia Berlomba-lomba Investasi Kripto
BERITABALI.COM, DUNIA.
Survei terbaru yang diterbitkan oleh Arcane Research dan Ernst & Young menunjukkan jumlah wanita di Norwegia yang memiliki aset kripto melonjak dari 3 persen pada awal 2021, menjadi 6 persen pada Maret tahun ini.
Survei yang dilakukan secara online ini, mewawancarai 1000 orang Norwegia berusia 15 tahun ke atas. Survei ini dilakukan dalam kemitraan dengan salah satu pengumpul data terkemuka untuk layanan riset pasar di Eropa Utara, NORSTAT.
Dari survei tersebut, hampir dua pertiga koresponden wanita mengungkapkan, mereka pertama kali membeli cryptocurrency pada tahun 2021. Survei ini juga menunjukkan, kepemilikan aset kripto wanita di Norwegia stabil di 3 persen dari tahun 2019 hingga awal tahun 2021.
Sedangkan dalam periode yang sama, kepemilikan aset kripto laki-laki di Norwegia meningkat dari 6 persen pada tahun 2019 menjadi 14 persen di tahun ini. Survei tersebut mengungkapkan, sekitar 10 persen dari populasi Norwegia, atau setara dengan 420.000 orang, saat ini telah memiliki beberapa jenis mata uang kripto.
Dilansir cointelegraph.com, Kamis (31/3/2022) Norwegia bukanlah satu-satunya negara yang mengalami peningkatan keterlibatan kepemilikan aset kripto di kalangan wanita.
Pada Desember lalu, pertukaran cryptocurrency yang berbasis di Australia, Independent Reserve mengungkapkan jumlah wanita Australia yang berinvestasi dalam kripto naik dari 10 persen di tahun 2020, menjadi 20 persen pada akhir tahun 2021.
Sedangkan dalam survei yang dirilis bulan ini oleh KuCoin, menunjukkan kepemilikan aset kripto di kalangan wanita dan laki-laki Turki lebih merata. Wanita di Turki menyumbang sekitar 47 persen dari semua investor kripto di negara itu.
KuCoin juga merilis survei pada minggu lalu yang menyebut sekitar setengah dari populasi Jerman telah mengungkapkan ketertarikan mereka untuk berinvestasi dalam aset kripto. Dalam hasil survei ini, 53 persen berasal dari koresponden wanita di Jerman.
Direktur Pengelola Dana Kripto Jerman F5 Crypto, Florian Döhnert-Breyer, menyatakan Jerman siap menjadi panutan untuk adopsi investasi kripto yang lebih luas.
"Sebagai negara terbesar di UE dengan pandangan yang terkenal menghindari risiko aset keuangan, Jerman memiliki peran khusus untuk dimainkan." ungkap Döhnert-Breyer
Tingginya jumlah wanita yang tertarik dengan aset kripto sangat menggembirakan, karena kalangan wanita rata-rata kurang aktif di pasar keuangan, seperti pasar saham. Penelitian yang dilakukan oleh pelopor manajemen investasi digital, Grayscale di tahun 2019 menunjukan wanita cenderung menjadi investor yang menghindari risiko. (Sumber: Tribunnews.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5846 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan