Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Ninja Terbakar di Bypass Mantra Usai Tabrak Rush
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sepeda motor Kawasaki Ninja nopol N 6763 KD terlibat kecelakaan dengan Toyota Rush di perempatan Jalan By Pass IB Mantra, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Senin (18/4) pukul 19.30 WITA.
Kecelakaan itu menyebabkan pengendara Ninja yang belum diketahui identitasnya mengalami luka dan motornya terbakar.
Salah satu saksi yang berada di lokasi, I Ketut Arka, mengatakan, awalnya mobil Rush itu datang dari Timur, kemudian belok ke kanan atau ke Utara. Namun tiba-tiba Ninja dari jalur utama dengan kecepatan tinggi terdengar mendengung dari arah Barat menghantam mobil tersebut.
“Seperti tidak bisa mengerem, suara hantamannya keras,” ujarnya.
Pengendara Ninja terkapar bersama motornya di tengah jalan. Tak berselang lama tiba-tiba Kawasaki Ninja mengeluarkan api.
“Saya dekati, saya selamatkan dia dari TKP, kalau tidak bisa terbakar,” ujarnya.
Baca juga:
Ringankan Beban Krama dan Lestarikan Adat, Desa Adat Asak Konsisten Gelar Upacara Ngaben Massal
Sedangkan, pengendara itu langsung ditolong dan dilarikan ke RSU Kasih Ibu Saba, tidak jauh dari lokasi kejadian. Kejadian itu sudah ditangani petugas terkait.
Namun pengendara itu belum diketahui identitasnya. Hanya ditemukan STNK atas nama Winarsih.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4130 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1414 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun