Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 29 Agustus 2026
Viral Penampakan Mirip Perempuan Tak Pakai Baju di Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Viral di media sosial penampakan mirip jasad perempuan tak memakai baju yang disebut telah mengeggerkan warga Demayu, Singakerta, Ubud, Bali. Berdasarkan keterangan yang dilansir dari akun Instagram @jeg.bali, jasad mirip perempuan itu ditemukan di perkebunan dengan hanya ditutupi plastik-plastik.
Namun alangkah kagetnya saat dilihat lebih dekat, rupanya sesuatu yang tertutup plastik itu bukanlah jasad perempuan tapi boneka seks dalam keadaan tak berbusana.
Belum diketahui siapa oknum yang melakukan hal itu. Sementara boneka seks yang hanya dibuang begitu saja telah ditemukan oleh warga pada Rabu (20/4/2022).
"Sejumlah warga di Banjar Demayu, Singakerta, Ubud digegerkan dengan bungkusan plastik yang dikira mayat. Ternyata setelah dibuka isinya boneka seks alias Seks Toys yang sudah rusak, Rabu (20/4/2022) sore kemarin," keterangan sebagaimana caption akun tersebut.
Mengetahui unggahan foto tersebut, warganet menganggap kejadian ini seperti halnya prank.
"Abis manis sepah dibuang itu Bli," ungkap @handr***.
"Sapa yg punya kerjaan to meresahkan warga," tulis @dadwitan***.
"Di prank," tulis @didiexs-so***.
"Waduh," tulis @lord-sa***.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4737 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2540 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2179 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1797 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1222 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun