Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 29 Agustus 2026
Pemudik Jalur Darat Diimbau Gunakan Jalur Alternatif Selatan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemudik yang melalui jalur darat diimbau menggunakan jalur alternatif selatan karena ketika mayoritas pemudik memilih jalan tol diprediksi akan terjadi kepadatan lalu lintas.
"Karena rata-rata memilih jalan tol. Sehingga tentu kemudian di jalan tol bebannya menjadi berat. Ada alternatif jalur selatan yang tentunya saat ini baru selesai dibangun, itu bisa dijadikan pilihan," kata Kapolri Jenderal Listyo Prabowo di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (21/4/2022).
Warga yang akan mudik Lebaran juga diimbau menggunakan sarana transportasi alternatif kereta api.
Kereta Api Indonesia memberikan slot tambahan untuk penumpang sebanyak 20 ribu per hari.
"Kemarin kita menengok KAI itu masih ada slot yang ditambahkan 20 ribu per hari. Jadi ini juga bisa menjadi salah satu pilihan sehingga kemudian msayarakat bisa nyaman pada saat mudik. Motornya juga bisa dibawa dengan kereta api," tutur Listyo.
Jalur pantura sudah disiapkan pemerintah untuk mengurangi beban arus lalu lintas di jalan tol.
"Misalnya mungkin menggunakan jalur-jalur alternatif yang ada baik di pantura ataupun di jalur-jalur alternatif yang disiapkan di dalam kota. Sehingga kemacetan bisa kita pecah," katanya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4737 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2540 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2179 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1796 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1222 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun