Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 12 Juli 2026
Restoran di Panjer Kedapatan Buang Sampah Liar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kelurahan Panjer tampaknya tidak main-main mengenai permasalahan sampah di wilayahnya.
Terbukti, pada Sabtu (30/4), Lurah Panjer I Putu Budi Ari Wibawa dan tim melakukan peringatan dan edukasi kepada pengelola usaha restoran yang kedapatan membuang sampah di Jalan Tukad Citarum, Panjer.
Dalam penjelasannya, Lurah Budi Ari mengatakan, sebelum tindakan peringatan ini dilakukan, Tim TPS 3R Paku Sari di bawah naungan Kelurahan Panjer sudah melakukan pemantauan selama 1 bulan.
"Pihak restoran tersebut melakukan pembuangan sampah setiap 3 sampai 4 hari sekali dengan menggunakan polybag besar sebanyak 5 sampai 6 kantong," kata Budi Ari.
Dirinya menambahkan, tindakan peringatan ini merupakan respon nyata pihak Kelurahan Panjer terhadap permasalahan sampah di wilayahnya.
"Kami menekankan tidak hanya kepada pemilik usaha namun juga semua warga masyarakat di wilayah Panjer khususnya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dan mohon melakukan pemilahan sampah terlebih dahulu, dan mari kita maksimalkan keberadaan dan fungsi TPS 3R Paku Sari," ujar Budi Ari.
Terkait sanksi yang diberikan, Lurah Budi Ari mengatakan untuk saat ini pihaknya masih sebatas memberi peringatan dan edukasi.
"Pihak perwakilan restoran kami undang ke kantor Kelurahan untuk masalah ini dan kami minta untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi," pungkas Budi Ari.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3655 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1331 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1222 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1067 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun