Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 10 Juli 2026
Peternak Didorong Kembangkan Variasi Produk Olahan Bebek
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Akademisi Prodi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (Unwar) mendorong peternak dan pengolah daging bebek untuk mengembangkan variasi produk olahan berbahan dasar bebek guna mendapatkan nilai tambah.
Peternak dan pengolah bahan daging bebek diharapkan mampu melakukan diversifikasi olahan daging bebek guna memperbaiki citarasa yang khas, misalnya dibuat abon, sosis, bakso, dendeng dan sebagainya.
“Misalnya dapat membuat olahan daging bebek afkir berupa bebek betutu frozen, bebek bungkep frozen dan olahan telur bebek berupa telur asin,” kata Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unwar, Ir. Ni Made Yudiastari, M.Si di Denpasar pada Senin (9/5).
Yudiastari mengakui upaya untuk mendorong peternak dan pengolah daging bebek melakukan variasi produk olahan telah dilakukan melalui penyuluhan, salah satunya di Desa Belega Kabupaten Gianyar.
Penyuluhan dilakukan dilakukan bersama dua rekannya yaitu Putu Yudha Asteria Putri dari Prodi Akuntansi dan I Gede Nyoman Carlos dari Prodi Manajemen.
Menurutnya, usaha penganekaragaman olahan berbahan bebek menjadi penting sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi peternak atau pengolah.
“Potensi produk dengan cita rasa, manfaat dan nilai jual yang tinggi dimiliki oleh peternak bebek, sebab itu penyuluhan ini perlu dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar,” ungkap Yudiastari.
Salah satu peternak bebek yang merupakan pemasok telur bebek di Kabupaten Gianyar adalah I Nyoman Polos. Usaha ternaknya terletak di Desa Belega Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar.
Saat ini ia memiliki sekitar 50 ekor bebek, hasil telur bebek langsung dijual ke pasar atau diambil oleh pengepul untuk dikirim ke luar daerah Gianyar.
Kurangnya ilmu pengetahuan dalam menghasilkan produk olahan telur bebek ataupun produk olahan bebek membuatnya hanya menjualnya begitu saja.
Dampaknya pendapatan yang diperoleh tidak maksimal, bahkan kadang kala hanya cukup untuk mengembalikan biaya produksi.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3646 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1302 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1218 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1057 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun