Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ini Bedanya Ejakulasi Dini dengan Ejakulasi Tertunda
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Disfungsi ereksi atau impotensi, seperti ejakulasi dini dan ejakulasi tertunda bisa menurunkan kualitas hidup dan menganggu keharmonisan rumah tangga.
Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan lelaki untuk mencapai atau mempertahankan ereksi guna mencapai aktivitas seksual yang memuaskan.
Jika banyak orang lebih mengenal istilah ejakulasi dini, ternyata lelaki bisa juga mengalami ejakulasi tertunda yang sama-sama menganggu.
Lalu, apa sih bedanya ejakulasi dini dengan ejakulasi tertunda?
Dokter Spesialis Urologi Konsultan Andrologi Urologi RS Eka Hospital Bekasi, dr. Widi Atmoko, Sp.U (K) mengatakan istilah bisa dikenal dengan faktor risiko usia penderitanya.
Ejakulasi dini umumnya terjadi pada usia muda, yakni 18 hingga 59 tahun. Sedangkan ejakulasi tertunda terjadi pada lelaki seiring pertambahan umur atau penuaan.
"Ejakulasi dini biasanya terjadi pada lelaki yang mengalami masalah psikologis seperti kecemasan, konflik hipersesitivitas, dan refleks berlebih," ujar dr. Widi melalui keterangan yang diterima suara.com, Jumat (13/5/2022).
Jika ejakulasi dini jadi keluhan yang sangat umum, maka ejakulasi tertunda hanya terjadi pada 3 persen populasi lelaki, khususnya bagi mereka yang kerap mengonsumsi antidepresian, yang bisa meningkatkan hormon serotonin atau hormon bahagia di otak.
Sedangkan untuk mengenali gejalanya, ejakulasi dini menyebabkan sperma atau orgasme, sudah terjadi dalam waktu kurang dari satu menit setelah penis penetrasi ke vagina.
Kebalikan dari ejakulasi dini, ejakulasi tertunda membuat lelaki butuh waktu lebih lama untuk bisa orgasme atau keluarnya sperma, harus menunggu 30 hingga satu jam setelah penetrasi atau bahkan tidak bisa ejakulasi maupun orgasme sama sekali.
"Ejakulasi tertunda juga bisa disebabkan oleh libido yang rendah atau hipogonadisme yakni kadar testosteron yang rendah karena pertambahan usia," tutup dr. Widi.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan