Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 24 Agustus 2026
11 Bayi Baru Lahir Langsung Tewas Gegara Rumah Sakit Terbakar
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Senegal Macky Sall pada Rabu (25/5) mengatakan bahwa 11 bayi baru lahir meninggal dalam kebakaran di sebuah rumah sakit di Kota Tivaouane, sekitar 120 km timur ibu kota Dakar, Senegal.
"Dengan perasaan pilu dan khawatir saya baru saja mengetahui kematian 11 bayi baru lahir dalam kebakaran yang terjadi di departemen neonatologi di Rumah Sakit Mame Abdou Aziz Sy Dabakh di Tivaouane," tulis presiden di Twitter tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai kebakaran tersebut.
"Untuk ibu dan keluarga dari (bayi), saya menyampaikan rasa simpati mendalam," kata presiden, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Angola.
Menteri Kesehatan Senegal Abdoulaye Diouf Sarr di stasiun TV swasta Senegal TFM mengatakan bahwa "menurut penyelidikan awal, korsleting menjadi pemicu kebakaran."
Menkes, yang kini sedang menghadiri Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa, mengatakan akan mempersingkat kunjungannya dan segera kembali ke tanah air.
Wali kota Tivaouane, salah satu kota paling suci sekaligus pusat transportasi Senegal, Demba Diop Sy menyebutkan bahwa polisi dan dinas pemadam kebakaran masih berada di rumah sakit terkait.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4640 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2447 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2094 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1703 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1135 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun