Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 22 Oktober 2026
CDC Minta Wisatawan Waspada Virus Zika di Bali
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menerbitkan Travel Health Notice Level 2 terkait risiko virus Zika di Indonesia, dengan perhatian khusus terhadap Bali.
Peringatan tersebut diterbitkan pada 7 Agustus 2026. CDC menyebut adanya kasus Zika yang dilaporkan pada pelaku perjalanan yang kembali dari Bali, sehingga wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata diminta meningkatkan kewaspadaan.
Level 2 atau Practice Enhanced Precautions bukan berarti CDC melarang perjalanan ke Bali. Peringatan ini meminta wisatawan melakukan langkah pencegahan tambahan, terutama untuk menghindari gigitan nyamuk serta penularan Zika melalui hubungan seksual.
CDC memberikan perhatian khusus kepada perempuan hamil karena infeksi virus Zika selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi.
CDC menyarankan ibu hamil untuk menghindari perjalanan ke Bali. Apabila perjalanan tidak dapat ditunda, wisatawan hamil diminta menjalankan langkah pencegahan Zika secara ketat. Bagi mereka yang sedang merencanakan kehamilan, CDC juga menyarankan mempertimbangkan penundaan kehamilan setelah bepergian ke Bali sesuai jangka waktu pencegahan penularan seksual.
Virus Zika paling umum ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Virus ini juga dapat menular melalui hubungan seksual serta dari ibu hamil kepada janinnya.
Sebagian besar orang yang terinfeksi Zika tidak mengalami gejala atau hanya mengalami gejala ringan. Gejala yang dapat muncul antara lain demam, ruam, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, serta mata merah.
Wisatawan Diminta Hindari Gigitan Nyamuk
CDC merekomendasikan wisatawan yang berada di Bali mengambil langkah untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain menggunakan obat pengusir nyamuk (insect repellent), mengenakan pakaian yang menutupi kulit, serta memilih tempat menginap yang menggunakan pendingin ruangan atau memiliki perlindungan terhadap nyamuk.
Wisatawan juga dapat menggunakan kelambu apabila tempat tidur berada di area yang memungkinkan terpapar nyamuk.
CDC menyebut hingga kini belum tersedia vaksin untuk mencegah Zika maupun obat khusus untuk mengobati infeksi Zika. Karena itu, pencegahan menjadi langkah penting bagi wisatawan.
Wisatawan yang mengalami demam, ruam, sakit kepala, nyeri sendi atau otot, maupun mata merah selama atau setelah perjalanan disarankan segera mencari pertolongan medis.
Bagi Bali sebagai destinasi wisata internasional, peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan nyamuk menjadi penting. Upaya pencegahan gigitan nyamuk dan pengendalian populasi nyamuk perlu terus dilakukan bersamaan dengan pemantauan kesehatan masyarakat dan wisatawan. (sumber: mediaindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4511 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2133 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2105 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1694 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1667 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan