Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 23 Agustus 2026
Ilmuwan China Berencana Hancurkan Satelit Starlink Elon Musk
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Para peneliti militer China menyerukan rencana pengembangan senjata untuk menghancurkan sistem satelit Starlink milik Elon Musk jika mengancam keamanan nasional China.
Menurut para peneliti, Starlink memiliki potensi besar aplikasi militer dan China harus mengembangkan tindakan pencegahan untuk mengawasi, menonaktifkan, atau bahkan menghancurkan megakonstelasi satelit Starlink.
Starlink adalah jaringan internet satelit broadband yang dikembangkan oleh perusahaan SpaceX milik Musk dengan tujuan untuk mengirimkan akses internet ke pelanggan di seluruh dunia.
Sejak satelit Starlink pertama diluncurkan pada 2019, SpaceX telah menempatkan lebih dari 2.300 di antaranya ke orbit rendah Bumi. Kini perusahaan berencana mengirim hingga 42.000 satelit ke luar angkasa untuk membentuk megakonstelasi raksasa.
Namun, para peneliti China khawatir akan potensi kemampuan militer yang diduga dapat digunakan untuk melacak rudal hipersonik atau bahkan menabrak dan menghancurkan satelit China.
Satelit milik China sebelumnya beberapa kali nyaris bertabrakan dengan satelit Starlink. Negara tersebut mengeluh ke PBB pada tahun lalu bahwa satelit China terpaksa melakukan manuver darurat untuk menghindari tabrakan dengan satelit Starlink pada Juli dan Oktober 2021.
"Kombinasi metode soft dan hard kill harus diadopsi untuk membuat beberapa satelit Starlink kehilangan fungsinya dan menghancurkan sistem operasi konstelasi," tulis tim peneliti yang dipimpin oleh Ren Yuanzhen dari Institut Pelacakan dan Telekomunikasi Beijing, seperti dikutip dari Live Science pada Sabtu (28/5/2022).
China telah memiliki beberapa metode untuk menonaktifkan satelit, seperti menggunakan jammer gelombang mikro yang dapat mengganggu komunikasi, laser resolusi milimeter yang dapat menangkap gambar resolusi tinggi, dan rudal anti-satelit jarak jauh (ASAT).
Meski begitu, para peneliti China mengatakan langkah-langkah ini tidak akan cukup untuk menjegal Starlink.
Masih belum diketahui secara persis apa yang akan dilakukan oleh China. Para peneliti mengusulkan bahwa China harus mengembangkan satelit mata-matanya sendiri untuk mengintai Starlink dengan lebih baik.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4637 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2440 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2089 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1693 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1131 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun