Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 8 Oktober 2026
Ilmuwan China Berencana Hancurkan Satelit Starlink Elon Musk
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Para peneliti militer China menyerukan rencana pengembangan senjata untuk menghancurkan sistem satelit Starlink milik Elon Musk jika mengancam keamanan nasional China.
Menurut para peneliti, Starlink memiliki potensi besar aplikasi militer dan China harus mengembangkan tindakan pencegahan untuk mengawasi, menonaktifkan, atau bahkan menghancurkan megakonstelasi satelit Starlink.
Starlink adalah jaringan internet satelit broadband yang dikembangkan oleh perusahaan SpaceX milik Musk dengan tujuan untuk mengirimkan akses internet ke pelanggan di seluruh dunia.
Sejak satelit Starlink pertama diluncurkan pada 2019, SpaceX telah menempatkan lebih dari 2.300 di antaranya ke orbit rendah Bumi. Kini perusahaan berencana mengirim hingga 42.000 satelit ke luar angkasa untuk membentuk megakonstelasi raksasa.
Namun, para peneliti China khawatir akan potensi kemampuan militer yang diduga dapat digunakan untuk melacak rudal hipersonik atau bahkan menabrak dan menghancurkan satelit China.
Satelit milik China sebelumnya beberapa kali nyaris bertabrakan dengan satelit Starlink. Negara tersebut mengeluh ke PBB pada tahun lalu bahwa satelit China terpaksa melakukan manuver darurat untuk menghindari tabrakan dengan satelit Starlink pada Juli dan Oktober 2021.
"Kombinasi metode soft dan hard kill harus diadopsi untuk membuat beberapa satelit Starlink kehilangan fungsinya dan menghancurkan sistem operasi konstelasi," tulis tim peneliti yang dipimpin oleh Ren Yuanzhen dari Institut Pelacakan dan Telekomunikasi Beijing, seperti dikutip dari Live Science pada Sabtu (28/5/2022).
China telah memiliki beberapa metode untuk menonaktifkan satelit, seperti menggunakan jammer gelombang mikro yang dapat mengganggu komunikasi, laser resolusi milimeter yang dapat menangkap gambar resolusi tinggi, dan rudal anti-satelit jarak jauh (ASAT).
Meski begitu, para peneliti China mengatakan langkah-langkah ini tidak akan cukup untuk menjegal Starlink.
Masih belum diketahui secara persis apa yang akan dilakukan oleh China. Para peneliti mengusulkan bahwa China harus mengembangkan satelit mata-matanya sendiri untuk mengintai Starlink dengan lebih baik.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1478 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1241 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 694 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 582 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 552 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung